Selasa, 16 Jun 2026 02:39 WIB

Daerah Tak Dukung Capres Terpilih Jangan Dianaktirikan

Pelaksanaan Pemilu 2019
Pelaksanaan Pemilu 2019

jatimnow.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyebut perbedaan pilihan dalam proses demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Presiden terpilih tidak boleh menganaktirikan daerah yang tidak mendukungnya.

"Pemimpin yang terpilih adalah pemimpin Indonesia. Proses dukung-mendukung selama pemilu sudah selesai. Jangan anak tirikan daerah yang tidak mendukung," katanya di Padang, Kamis (18/4/2019).

Baca Juga: Hasto Tegaskan PDI Perjuangan Bukan Partai Kemarin Sore, Sindir Demokrat?

Ia mengatakan itu terkait proses rekapitulasi suara pemilu di tingkat TPS yang masih berlangsung.

Menurutnya, hak untuk memilih dan menyatakan dukungan terhadap salah satu calon presiden dijamin oleh undang-undang. Karena itu semua orang, termasuk kepala daerah bisa menyatakan dukungan.

Sebagian menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo-Makruf Amin, dan sebagian mendukung Prabowo-Sandi sesuai keyakinan hati masing-masing.

Di Sumbar ada 12 kepala daerah yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin, masing-masing Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni; Bupati Dharmasraya, Sutan Riska; Bupati Pasaman, Yusuf Lubis; Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi; Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin; Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet; Bupati 50 Kota, Irfendi Arbi; dan Bupati Solok, Gusmal.

Kemudian Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran; Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias; Wali Kota Solok, Irzal dan Wali Kota Pariaman, Genius Umar.

Baca Juga: Video: Pesan Mahfud MD untuk Jokowi-Prabowo

Sementara tujuh kepala daerah lain di Sumbar merupakan anggota partai pendukung Prabowo-Sandi, meski tidak menyatakan dukungan secara terang-terangan.

"Setelah prosesnya selesai, siapapun yang menang, harus memandang semua daerah sebagai NKRI. Tidak ada perbedaan. Setidaknya menurut saya pribadi seperti itu," ujarnya.

Meski banyak kepala daerah yang mendukung pasangan nomor urut 01 di Sumbar, tetapi tidak berbanding lurus dengan jumlah dukungan masyarakat Sumbar yang ternyata lebih memilih pasangan Prabowo-Sandi.

Bahkan berdasarkan hasil hitung cepat salah satu lembaga survei perolehan suara pasangan nomor urut 01 itu hanya 16,4 persen. Angka itu turun cukup signifikan dari Pemilu 2014 yang mencapai sekitar 23 persen.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Jokowi-Prabowo Segera Rekonsiliasi

Sejumlah lembaga survei yang terdaftar di KPU telah merilis hasil penghitungan cepat dengan kemenangan Joko Widodo-Makruf Amin. Namun, angka pasti harus menunggu rekapitulasi KPU yang akan diumumkan 22 Mei 2019.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.