Jumat, 12 Jun 2026 05:55 WIB

Sistem Zonasi SMA Diprotes, Dinilai Bukti Ketidakberhasilan

Wali murid menggelar aksi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya
Wali murid menggelar aksi di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Jalan Gentengkali, Surabaya

jatimnow.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 yang merujuk pada Permendikbud No. 51 tahun 2018, terutama tentang pemberlakuan sistem zonasi dalam PPDB Tingkat SMA di Surabaya diprotes orang tua wali murid.

Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Ali Yusa mengatakan pemberlakuan sistem zonasi dalam PPDB Tingkat SMA di Surabaya merupakan bukti ketidakberhasilan pengelolaan pendidikan di tingkat provinsi.

"Dinas pendidikan provinsi selama lima tahun gagal menjadikan SMA yang ada di Surabaya lebih bermutu," katanya kepada jatimnow.com, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Protes Zonasi SMA, Wali Murid Demo Dindik Jatim

Hal ini ditandai dengan kesenjangan minat orang tua dan siswa dalam memilih sekolah. Selain sekolah-sekolah yang secara tradisional memiliki image baik dari segi pengembangan pendidikan kepada anak didik dan row material yang masuk di sekolah tersebut.

"Seharusnya Pemprov belajar kepada pengembang (developer) terkait bagaimana meningkatkan mutu persekolahan. Bagaimana tidak kawasan Pakal dahulu bukan kawasan pemukiman yang mahal namun sekarang menajdi pemukiman yang sangat mahal," ujarnya.

Ia meneruskan, dinas pendidikan provinsi tidak sadar jika pengembangan mutu sekolah terjadi maka sebaran kepadatan penduduk pada waktu-waktu tertentu juga akan tersebar dimana geliat-geliat ekonomi di Surabaya tidak akan terpusat pada wilayah tertentu.

"Mutu sekolah yang baik juga menjanjikan peran pendidikan masyarakat meningkat dan koptasi pendidikan oleh persekolahan akan berkurang dimana hal tersebut menjadikan pendidikan anak di Surabaya semakin meningkat. Atau memang Dindik Pemprov tidak ingin keterlibatan pendidikan oleh masyarakat dan orang tua?," katanya.

Lima tahun ini, Pemprov Jatim telah mendowngradekan mutu-mutu sekolah di wilayah pinggiran Surabaya yang seharusnya saat ini menjadi sekolah unggulan baru di Kota Pahlawan.

"Kekhawatiran kami Dewan Pendidikan Surabaya lima tahun lalu terbukti. Dindik Jatim juga merasa superior dengan tidak melibatkan masyarakat dalam upaya peningkatan pendidikan, ini tercermin dengan tidak adanya mencari VOC (voice of custumer) dari calon pengguna, yaitu orang tua siswa yang saat ini berada di SMP. Sungguh pendidikan Surabaya menuju kehancuran seperti yang dilakukan Thanos di alam semesta," tukasnya.

Sebelumnya, puluhan perwakilan wali murid yang mengatasnamakan dirinya komunitas orang tua peduli pendidikan pelajar SMP Surabaya meluruk Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Jalan Genteng Kali, Surabaya.

Mereka menyampaikan keberatan terhadap pemberlakuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 yang merujuk pada Permendikbud No. 51 tahun 2018, terutama tentang pemberlakuan sistem zonasi dalam PPDB Tingkat SMA di Surabaya.

 

 

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.