Senin, 15 Jun 2026 09:16 WIB

Kata Kapolrestabes Surabaya Soal Intimidasi Oknum Polisi ke Wartawan

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan

jatimnow.com - Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan akhirnya angkat bicara terkait oknum polisi yang mengintimidasi dengan meminta dan memaksa dua wartawan menghapus file video dan foto liputan penghalauan bonek tak bertiket di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Rudi mengaku prihatin dan menyesalkan kejadian yang berlangsung Selasa (9/4/2019) lalu itu. Oknum polisi meminta Fajar Mujianto, Wartawan jatimnow.com menghapus file video dan foto liputannya serta merampas handphone dan menghapus file video dan foto milik Anggi Widya Permani, Wartawan Suara Surabaya Media.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Perampasan itu saya baru tahu beberapa waktu yang lalu. Saya prihatin dan menyesalkan kejadian ini," kata Rudi di Surabaya, Kamis (11/4/2019).

"Tidak hanya dari pada pihak keamanan, tetapi pada pihak jurnalis, jadi sama-sama ada kesepahaman apa yang boleh dan apa yang tidak boleh saat di lapangan," tambah Rudi.

Dari kejadian itu, Rudi berharap semua bisa saling memahami dan saling memaafkan antara kedua belah pihak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami juga telah koordinasi dengan teman SS (Suara Surabaya Media), ini perlu adanya suatu edukasi, tidak hanya dari pada pihak keamanan tetapi pada pihak jurnalis jadi sama-sama ada kesepahaman apa yang boleh dan apa yang tidak boleh saat di lapangan," paparnya.

Menurutnya, kondisi di lapangan dengan di kantor berbeda. Bila di kantor psikologis cenderung tenang, tensi tekanan darah lebih tenang dan pikiran lebih fresh.

"Tapi kalau di luar, kadang-kadang lupa pada aturan yang sudah ada, sehingga yang dikedepankan emosinya daripada berfikir secara logis secara ketentuan," ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia juga berharap kejadian tersebut menjadi edukasi bagi kepolisian maupun jurnalis.

"Saya harap kejadian ini bisa saling memahami dan bermaaf-maafan. Semua pihak saya harap ada edukasi pada kepolisian maupun ke jurnalis," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.