Sabtu, 20 Jun 2026 01:58 WIB

Wanita Tewas Bersimbah Darah di Ponorogo Disebut Menikah 3 Kali

Polisi melakukan olah TKP wanita tewas bersimbah darah di Ponorogo
Polisi melakukan olah TKP wanita tewas bersimbah darah di Ponorogo

jatimnow.com - Sulami, wanita di Ponorogo yang tewas bersimbah darah di teras rumahnya diketahui telah menikah 3 kali.

Kapolsek Sambit, AKP Darmana mengatakan, korban sudah menikah tiga kali selama hidupnya. Untuk yang pertama, mantan suaminya asal Kecamatan Jenangan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Sudah cerai beberapa tahun lalu. Kemudian gandeng atau menikah lagi dengan suami keduanya asal Kecamatan Jetis," terangnya.

Lebih lanjut, AKP Darmana menjelaskan, usia pernikahan hanya singkat atau beberapa bulan saja. Baru kemudian gandeng dengan Peno, warga Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

"Tapi sama suami keduanya belum cerai. Cuma sama Peno mengakuinya sudah menikah siri," tambah AKP Darmana.

Ditanya apakah ada motif asmara? AKP Darmana masih belum bisa memastikan. Polisi tengah melakukan pendalaman kasus ini.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Tapi untuk Peno kami jadikan saksi. Untuk suami pertama dan kedua nanti juga akan kami panggil juga rencananya," jelasnya.

Sementara, Ketua RT setempat, Marsono juga mengatakan hal yang sama. Yakni korban menikah 3 kali.

"Dulunya tidak pernah di rumah. Ya gandeng sama Peno itu korban sering di rumah. Dulu buka warung di terminal, gak pernah balik,"jelasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengaku, setahun lalu, Peno datang ke rumahnya untuk minta ijin tinggal di rumah korban. Akan tetapi ditolak. Pasalnya status pernikahan yang belum jelas.

"Saya tolak setahun lalu. Akhirnya kalau ke rumahnya tidak pernah menginap. Katanya mau urus surat. Tapi sampai sekarang belum ada juga," terangnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.