Minggu, 07 Jun 2026 17:36 WIB

Survei: Jokowi Menang Tebal di Jawa Timur

Acara rilis hasil survei UMSurabaya
Acara rilis hasil survei UMSurabaya

jatimnow.com - Pasangan capres dan cawapres nomor 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin disebut memiliki kans tinggi di Jawa Timur pada Pilpres 2019 mendatang. Hal ini berdasar survei dari Pusat Studi Anti-Korupsi dan Demokrasi (PUSAD) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).

Elektabilitas Capres-Cawapres pada Pilpres 2019 di Jawa Timur.  Jokowi-Maruf unggul dengan 56,8 persen, disusul Prabowo-Sandiaga Uno sebanyak 38,3 persen, dan belum memilih 4,9 persen. Penentuan sikap politik masyarakat Jawa Timur sebesar 95,1 persen.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Direktur Eksekutif PUSAD UMSurabaya, Satria Unggul W.P. mengatakan, tidak terjadi perubahan signifikan untuk pilihan di Pilpres 2014 ke Pilpres 2019.

"Artinya di masing-masing Capres-Cawapres mempunyai modal pengalaman berkontestasi serta memiliki pendukung yang relatif kuat," kata Satria Unggul W.P. saat memaparkan hasil survei di UM Surabaya, Kamis (28/3/2019).

Migrasi suara dari Jokowi-Kalla ke Prabowo-Sandiaga Uno lebih besar sebanyak 20 persen daripada migrasi suara dari Prabowo-Hatta ke Jokowi-Maruf sebanyak 14,3 persen.

Dengan alasan pilihan elektoral lebih ditekankan pada pasangan Capres-Cawapres lebih didominasi oleh program yang ditawarkan, sosok merakyat, dan berpengalaman.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Tiga faktor tertinggi perubahan suara terhadap capres-cawapres Waktu pilpres masih lama, Seruan kepala desa, dan program-program yang ditawarkan cukup besar," imbuhnya.

Selain itu, temuan PUSAD terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu relatif masih sangat tinggi, yakni sebesar 71 persen. Sementara tidak percaya sebanyak 13 persen, dan selebihnya ragu-ragu sebesar 11 persen, dan selebihnya tidak tahu serta ragu-ragu.

"Tiga faktor terbesar ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu, dugaan ketidak netralan penyelenggara, tindakan penggelembungan suara dan anggapan berafiliasi dengan partai," paparnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sebagai informasi, survey PUSAD UM Surabaya itu dilaksanakan mulai 5-20 Maret 2019 dengan jumlah sampel sebanyak 1067 responden atau dengan tingkat toleransi (standart of error) 3 persen dan tingkat kesalahan (α) penelitian ini adalah 5 persen.

Teknik pengambilan sample memakai Multi-stage Random Sampling. Dimana, lokasi diambil di 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Kemudian, masing-masing Kabupaten/Kota diambil 4-5 Kecamatan untuk dijadikan sample penelitian secara proporsional.

Selain itu, dalam metode survei juga menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk memperkuat paradigma survey PUSAD UMSurabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.