Selasa, 16 Jun 2026 16:43 WIB

Gelar Doktor Honoris Causa Soekarwo Disoal, Ini Tanggapan UINSA

Wakil Rektor UINSA, Ma'shum Nur Alim.
Wakil Rektor UINSA, Ma'shum Nur Alim.

jatimnow.com - Aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang memprotes penganugerahaan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mendapat jawaban dari Wakil Rektor Ma'shum Nur Alim.

Ia mempertanyakan apa alasan mahasiswa menolak pemberian penghargaan itu. Menurutnya dari aspek akademis, Soekarwo layak untuk mendapatkan gelar honoris causa lantaran ia memiliki jasa yang luar biasa untuk pengembangan guru-guru pendidikan agama Islam.

"Kenapa harus ada penolakan itu? Justru saya mempertanyakan apa alasan mahasiswa untuk menolak itu? Itu outcomenya luar biasa, guru-guru madin yang selama ini tidak terurus kemudian dia punya tingkat gelar S1 itu kan luar biasa. Di provinsi lain dan gubernur lain tidak ada, itu layak diapresiasi" ujar Ma'shum, Selasa (26/3/2019).

Ma'shum mengatakan bahwa pemberian gelar tersebut terhadap Ketua DPD Demokrat Jatim tak memiliki muatan politis. Menurutnya, jika pemberian gelar itu ada muatan politisnya maka sudah diberikan jauh sebelum Pakde Karwo masih menjabat sebagai Gubernur Jatim.

"Kalau kita bicara politis harusnya pemberian gelar itu kita berikan waktu beliau masih menjabat sebagai gubernur. Justru kita hindari persoalan politik itu, ketika beliau sudah tidak menjabat," tuturnya.

Namun, Ma'shum menyebut jika aksi yang dilakukan oleh mahasiswanya tersebut merupakan bentuk atau hak mereka untuk berpendapat. Ia juga mengatakan bahwa rencana penghargaan untuk Pakde Karwo akan tetap digelar apapun yang terjadi.

"Ya itu silahkan karena (aksi) itu hak mahasiswa untuk menyuarakan pikiran-pikiran pendapatnya, itu silahkan saja. Tapi kita tetap jalan seperti rencana kita semula," tandasnya.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.