Rabu, 17 Jun 2026 04:56 WIB

Batik Street Exhibition Bangkitkan Kejayaan Ponorogo

Event Batik Street Exhibition
Event Batik Street Exhibition

jatimnow.com - Ratusan model dengan menggunakan pakaian berbagai motif batik berlenggak-lenggok di sepanjang Jalan Alun-alun Timur, Ponorogo, Sabtu (23/3/2019). Para model tersebut memeriahkan event Batik Street Exhibition.

Pantauan jatimnow.com di lapangan, event yang masuk dalam 10 top event tahun wisata ini menjadi magnet sendiri. Penonton yang datang dari berbagai penjuru kecamatan dan dari luar kota Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Alhamdulillah event Batik Street Exhibition ini pecah. Dalam artian sukses berat. Karena banyak yang mengikuti dan banyak yang melihat," kata Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo, Lilik Slamet Raharjo, Sabtu (23/3/2019)

Menurutnya, desainer dan model tidak hanya dari Ponorogo saja. Namun juga ada dari luar kota seperti Tulungagung, Kediri, Madiun, Magetan dan Ngawi.

Ia mengaku, mempunyai harapan besar dalam event Batik Street Exhibition ini. Menurutnya Kota Reog sempat jaya pada tahun 1950-an.

"Harapan saya, batik yang dulu sempat tumbuh dan berkembang saat ini kembali lagi," tegas mantan Sekretaris Satpol PP ini.

Selain itu, kegiatan ini dapat mengangkat ekonomi lokal karena industri batik Ponorogo akan menumbuhkan lapangan kerja baru.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno kagum dengan event Batik Street Exhibition. Menurutnya, acara itu bisa melihat kekreatifan desain batik.

"Bisa dilihat sendiri kan. Bagaimana bagusnya batik-batik yang ada," kata orang nomor dua di Ponorogo ini.

Untuk menyongsong kebangkitan industri batik, Pemkab Ponorogo telah menyediakan rumah batik.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Termasuk desainer dan perajin batik di Ponorogo," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.