Minggu, 21 Jun 2026 13:30 WIB

Polisi Selidiki Ambruknya Gapura Festival 'Pasuruan Jaman Biyen'

  • Penulis : Moch Rois
  • | Sabtu, 23 Mar 2019 20:18 WIB
Gapura Festival PJB yang ambruk
Gapura Festival PJB yang ambruk

jatimnow.com - Satreskrim Polres Pasuruan Kota melakukan penyelidikan terkait ambruknya gapura selamat datang di festival Pasuruan Jaman Biyen (PJB) yang berlangsung di komplek GOR Kota Pasuruan, Jumat (22/03).

"Jadi kita sudah melakukan langkah-langkah, terkait robohnya gapura acara PJB. Seperti melakukan olah TKP, kemudian melakukukan pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga: Jatim Bebas Hujan Petir, Hanya Sumenep Berpotensi Dilanda Angin Kencang

Baca juga: Gapura Festival 'Pasuruan Jaman Biyen' Ambruk, 5 Orang Terluka

Hingga kini, polisi telah memeriksa keterangan 3 orang saksi terkait robohnya gapura acara di festival PJB yang menyebabkan 5 orang terluka.

"Kami masih belum bisa menyimpukan itu (kelalaian), karena kami masih melangsungkan proses pemeriksaan dan penyelidikan," tambahnya.

Berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian robohnya gapura tersebut angin tengah bertiup kencang. Meskipun begitu, Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota tetap melakukan penyelidikan.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Angin Kencang Intai 8 Daerah di Jatim Hari Ini

"Apakah memang benar faktor alam, atau faktor kelalaian pihak penyelenggara yang abai terhadap standarisasi keselamatan dalam pembuatan gapura tersebut," ujarnya.

Data yang diterima jatimnow.com, empat korban itu merupakan siswa SD IT Insan Cendekia kelas 5, sedangkan satu lainnya yaitu seorang petugas kemanan bernama Samsul Afandi (36) warga Jalan Sultan Agung Gang 6, Kelurahan Krampyangan, Kota Pasuruan.

"Tiga korban yang mengalami luka ringan sudah dirawat jalan. Sedangkan 2 siswa SD yang jadi korban masih dirawat di rumah sakit," tukasnya.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang Kepung 16 Daerah di Jatim

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.