Kamis, 18 Jun 2026 01:42 WIB

Namanya Disebut Rommy, Gubernur Khofifah Siap Klarifikasi ke KPK

Gubernur Khofifah sesaat dilantik di Istana Negara dikasih ucapan selamat oleh Rommy./Foto: Instagram Rommy
Gubernur Khofifah sesaat dilantik di Istana Negara dikasih ucapan selamat oleh Rommy./Foto: Instagram Rommy

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa siap memberikan penjelasan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ini menyusul pengakuan Romahurmuziy alias Rommy dalam kasus dugaan suap jabatan di Kemenag yang membuatnya menjadi tersangka.

"Silahkan tanya Mas Rommy, karena saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan. Jadi sebaiknya teman-teman bisa mengkonfirmasi pada Mas Rommy," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (23/3/2019).

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu ditangkap KPK menyebut nama seorang kiai serta Gubernur Jawa Timur Khofifah dalam kasus dugaan suap jabatan di Kemenag yang membuatnya menjadi tersangka.

"Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana," kata Rommy di Gedung KPK, Jumat (22/3/2019).

"Kemudian Ibu Khofifah Indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus. Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," tambah Rommy menirukan ucapan Khofifah seperti dilansir Antara.

Dalam hal ini, Rommy mengaku hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Gubernur Khofifah akan memberikan keterangan jika KPK memerlukannya. Ia berjanji akan mensupport KPK.

"Kita harus support, apa yang dilakukan KPK itu adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat," jawab Gubernur Khofifah.

"Komitmen kita untuk membangun pemerintahan yang bersih, komitmen kita menjaga bahwa dipastikan tidak boleh ada jual beli jabatan, saya rasa semua akan support itu, saya siap menyampaikan klarifikasi," tambah Gubernur Khofifah.

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim sudah membantah memberikan rekomendasi untuk penempatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jatim.

Selain itu, Kiai Asep juga mengaku baru saja bergabung di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.