Senin, 15 Jun 2026 07:16 WIB

Bude Karwo Terima Penghargaan Peduli Anak dan Perempuan dari UNICEF

Pemberian penghargaan dari UNICEF
Pemberian penghargaan dari UNICEF

jatimnow.com - Nina Soekarwo, istri mantan Gubernur Jatim Soekarwo atau yang biasa disapa Bude Karwo mendapat penghargaan Mitra Sahabat Anak oleh United Nation’s Children Fund atau UNICEF.

Penghargaan tersebut diterima Nina karena dinilai peduli dan memberikan perhatian dalam isu kesejahteraan dan perlindungan anak saat pengabdiannya sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh UNICEF Representative to Indonesia, Debora Comini, kepada Nina Soekarwo di kegiatan yang bertajuk High Tea with Women Leader, Mencari Inovasi Pencegahan Perkawinan Anak di Surabaya, Jumat (22/3/2019).

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk tidak pernah berhenti berkarya dan memperjuangkan hak-hak anak dan perempuan terutama di Jatim," katanya usai menerima penghargaan tersebut.

Selain pemberian penghargaan tersebut, acara ini juga menjadi sebuah forum diskusi tentang kondisi perempuan yang menikah di usia belia atau masih tergolong usia anak.

Merujuk data, perkawinan usia anak (19 tahun ke bawah) di Jawa Timur tahun 2017 mencapai 30.034 dari total 204.079 pernikahan semua usia. Tujuh dari 38 Kabupaten di Jawa timur memiliki prevalensi perkawinan usia anak lebih dari 20%.

Dalam diskusi tersebut, perempuan yang akrab disapa Bude Karwo itu juga berbagi pengalaman serta memberikan pandangan dan masukan kepada UNICEF, serta sejumlah elemen masyarakat peduli hak anak.

Menurutnya, perkawinan usia anak harus dicegah karena dapat menyebabkan putus sekolah, instabilitas di dalam membangun keluarga, sampai terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Dari sisi ekonomi, pernikahan anak sering kali menimbulkan adanya siklus kemiskinan yang baru. Sedangkan dari sisi sosial, pernikahan anak juga berdampak pada potensi perceraian dan perselingkuhan di kalangan pasangan muda yang baru menikah. Hal ini dikarenakan emosi yang masih belum stabil sehingga mudah terjadi pertengkaran.

"Untuk itu berbagai upaya harus terus dilakukan untuk mencegah perkawinan usia anak, baik dengan pembinaan atau sosialisasi  tidak hanya kepada orang tua tapi juga remaja. Selain itu, masyarakat juga harus ikut aktif dan peduli," katanya.

Sementara itu perwakilan UNICEF menyampaikan komitmennya untuk siap berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah pernikahan dini. Harapannya anak-anak Jatim dapat menikmati kebahagiaan di masa muda.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.