Sabtu, 20 Jun 2026 01:54 WIB

Dua Swalayan di Ponorogo Masih Menjual Makanan kaleng Ikan Makarel

Petugas Disperindag Provinsi Jatim melakukan Sidak di swalayan Ponorogo.
Petugas Disperindag Provinsi Jatim melakukan Sidak di swalayan Ponorogo.

jatimnow.com - Meski sudah menjadi polemik di masyarakat terkait kandungan cacing parasit, pada makanan kaleng ikan makarel, namun masih saja beredar di masyarakat. Seperti yang terlihat di Ponorogo.

Hal ini setelah anggota Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di swalayan Ponorogo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami masih menemukannya di dua swalayan yang kami sidak. Mereka masih memajang barang-barang yang ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengandung cacing,” tutur Suharno saat ditemui jatimnow.com di Swalayan Keraton, Rabu (4/4/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya langsung menyarankan pemilik toko untuk tidak menjual produk jenis mackarel dan segera mengembalikan produk tersebut ke distributor.

Ditanya apakah pihaknya melakukan penyitaan, Suharno menegaskan hal itu bukan wewenangnya. Pihaknya hanya sebatas melindungi konsumen.

“Kami tidak melakukan penyitaan. Juga tidak melakukan pemusnahan karena itu wewenangnya produsen dan yang boleh menarik hanya BPOM,” bebernya.

Ia mengaku, dua swalayan yang disidak yang ada temuan mackarel yakni Swalayan Keraton dan Swalayan Bintang.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Di Swalayan Keratonditemukan 43 buah kaleng mackarel dan Bintang ditemukan 41 buah kaleng mackarel.

“Sidak kali ini didasari atas temuan BPOM pada tanggal 22 Maret 2018 lalu adanya cacing didalam kaleng ikan mackarel, kami menindaklanjuti dengan mengecek langsung di lapangan,” terang Suharno.

Suharno pun berpesan pihaknya meminta media agar menyampaikan kepada masyarakat jangan sampai konsumen menjadi korban.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Media bisa menjadi pemberi informasi terkait produk makanan yang berbahaya, supaya konsumen merasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Adapun 27 jenis ikan mackarel yang ditarik berdasarkan data dari BPOM adalah merk ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr. Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Pohsung, Pronas, Ranesa, S&w, Sempio, TLC, TSC.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.