Kamis, 18 Jun 2026 16:27 WIB

Gubernur Khofifah Berangkatkan Produk Ekspor Senilai Rp 28 Miliar

Gubernur Khofifah bersama pejabat terkait saat melepas produk-produk ekspor di Terminal Petikemas, Surabaya
Gubernur Khofifah bersama pejabat terkait saat melepas produk-produk ekspor di Terminal Petikemas, Surabaya

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor produk hortikultura dan agrotani sebesar Rp 28,174 Miliar ke berbagai negara Asia, Eropa dan Afrika di Terminal Petikemas Surabaya Jalan Tanjung Mutiara Perak Barat, Surabaya, Kamis (21/3/2019).

Pelepasan ekspor komoditas pertanian itu mengusung tema 'Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa (Agro Gemilang)' dihadiri Gubernur Khofifah, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Sujarwanto dan Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengajak para eksportir di Jatim agar bisa membangun strong partnership dengan petani dan pelaku IKM UKM di Jatim untuk mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi.

"Saya ingin menyampaikan pada teman semua bahwa ekspor ini menjadi bagian penting untuk bisa datangkan devisa. Ekspor jadi bagian penting untuk mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi di Jatim," ungkapnya.

Menurut Gubernur Khofifah untuk dapat memanfaatkan hasil pertanian yang bisa di ekspor, ke depan perlu adanya pendampingan yang bisa disertifikasi untuk memenuhi standart yang bisa dalam ekspor.

"Maka saya ingin mengajak para eksportir untuk membangun strong partnership dengan UKM. Apalagi di sektor agro, banyak petani kita yang punya produk yang perlu mendapatkan pendampingan untuk bisa disertifikasi. Supaya memenuhi standar yang bisa diekspor," jelasnya.

"Jadi membangun aliansi antara eksportir dengan petani apakah lewat gapoktan atau KTNK andalan itu juga jadi penting," imbuhnya.

Ia berharap, ke depan peran dinas dan Balai Besar Karantina Surabaya menjadi salah satu bagian terpenting dalam membangun strong partnership tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dengan para eksportir dan para petani atau sektor yang bisa menjadi komoditas andalan eskpor kita. Jawa Timur juga bisa menjadi HAKI dari berbagai ekspor di Jatim," ungkapnya.

Dengan itu, lanjut Gubernur Khofifah, para petani bisa menjadi bagian yang bisa menikmati kesejahteraan ketika produk mereka bisa diekspor dengan sistem petik, olah, kemas dan jual.

"Setelah dipetik diajak untuk melakukan pengolahan yang hieginis dan seterusnya yang sesuai standar yang dibutuhkan negara tujuan ekspor," sambung Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Sujarwanto mengungkapkan, sektor agrikultura menjadi penyumbang terbesar, tidak saja secara nasional tapi juga di Provinsi Jawa Timur. Sektor ini juga penyumbang 13 persen atau menempati urutan ketiga dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik, tahun 2019 ditinjau dari sisi sumbangan devisa asal ekspor non migas, Jatim menduduki peringkat ke 2 setelah Jawa Barat yaitu sebesar 11,38 persen dari total nilai ekspor pada periode Januari-Februari.

"Sebagai komoditas wajib lapor karantina pertanian, dengan potensi yang strategis ini kami lakukan percepatan layanan agar produk unggulan ini dapat diterima oleh negara mitra dagang," terangnya.

Pelepasan ekspor komoditas pertanian senilai Rp 28,174 miliar itu berupa komoditas tumbuhan yaitu 60,231 M3 plywood ke Singapura; 19,1 ton kopi ke Belgia; 22,5 ton gagang cengkeh ke Kanada dan 81 ton margarin ke Ghana.

Ekspor juga dilakukan pada komoditas hewan dan produk hewan yakni 25,5 ton susu ke Malaysia; 140 ton premix ke Spanyol; 19 Ton Sterilized Kenaf Core Dry ke Jepang; 34 ton bulu bebek ke Taiwan; 130 Ton Calcium Salt ke Barcelona serta 300 kg Sarang Burung Walet ke Hongkong.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.