Minggu, 07 Jun 2026 21:49 WIB

Fenomena Halocline Juga Pernah Terjadi di Laut Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 20 Mar 2019 22:19 WIB
Fenomena Halocline di Selat Madura yang terekam dari Jembatan Suramadu
Fenomena Halocline di Selat Madura yang terekam dari Jembatan Suramadu

jatimnow.com - Fenomena air laut berbeda warna dan nampak terpisah sebelumnya juga lama pernah terjadi di Pasuruan. Sebelumnya, fenomena Halocline di Jembatan Suramadu menjadi viral di media sosial.

Kasubnit Lidik Polair Polres Pasuruan, Aipda Liswanto mengatakan jika air laut yang berbeda warna tidak menyatu tersebut terjadi pada tahun lalu.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Fenomena air laut seperti di Jembatan Suramadu itu, saya temui saat patroli di perairan laut Pasuruan, pertengahan 2018 kemarin," ujarnya melalui sambungan selular, Rabu (20/3/2019).

Baca juga: 

Menurutnya, bentangan gradasi warna air laut yang seperti terbelah itu terjadi mulai di wilayah laut Kecamatan Kraton sampai di perairan laut Sedati yang masuk wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan jarak sekitar 2 kilometer dari bibir pantai.

"Sepengetahuan saya, terjadinya fenomena itu (Halocline) di wilayah Pasuruan yang banyak muara sungainya. Dari Kraton sampai ke Sedati (Sidoarjo)," tambahnya.

Selain itu, fenomena Halocline tidak membuat kaget warga Pasuruan.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Nelayan sini menganggap biasa fenomena itu. Biasanya itu terjadi saat air sedang pasang. Satu sisi berwana keruh dan satu sisi berwarna biru," ungkapnya.

Sepanjang berdinas di Polair, Aipda Liswanto mengatakan pernah melihat fenomena Halocline saat melakukan perjalanan tugas dari Surabaya ke wilayah Indonesia Timur.

"Seingat saya itu di perbatasan Laut Jawa sama Laut Sulawesi. Satu sisi laut membentang warna biru, satunya warna biru kehijau-hijauan yang keruh," pungkasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan jika fenomena Halocline adalah hal yang wajar.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

"Kami pantau itu memang sesuatu hal yang wajar dan alamiah. Fenomenanya tidak perlu dikhawatirkan," terang Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Adi Hermanto.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.