Senin, 15 Jun 2026 19:07 WIB

PKK Ponorogo Adu Kreasi Olahan Makanan Non Beras

Lomba Kreasi dan Inovasi Jajanan Berbasis Pangan Lokal Non Beras dan Terigu
Lomba Kreasi dan Inovasi Jajanan Berbasis Pangan Lokal Non Beras dan Terigu

jatimnow.com - Ibu-ibu PKK dari 23 kecamatan di Kabupaten Ponorogo ditantang untuk dapat mengolah menu kreasi makanan dari bahan non beras, Rabu (20/3/2019). Lomba tersebut merupakan kerjasama dari PKK dan Dinas Ketahanan Pangan Ponorogo.

Para peserta diminta menyajikan bahan setengah matang yang sudah diolah menjadi hidangan yang menarik dan dipamerkan di Hall Ponorogo City Center (PCC). Terlihat berbagai menu non beras seperti kue kering dari tiwul, nasi bakar dari tiwul dan lain-lain.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo, Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni mengatakan acara ini sebagai salah satu cara meningkatkan kreativitas ibu-ibu.

"Jaman sekarang, emak-emak harus lebih kreatif. Jangan hanya mengolah makanan dari beras saja. Karena banyak karbohidrat dari berbagai sumber," jelas Bu Ipong.

Ia mencontohkan makanan yang berasal dari beras dapat diganti dengan karbohidrat lain seperti jagung, ketela, ubi.

"Itu beberapa contoh alternatif," tegas ibu dari 3 orang anak ini.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Termasuk dalam mengolah makanan non terigu. Diharapkan sebisa mungkin, dapat menghindari beras dan terigu. Di dalam lomba ini, makanan yang tersaji harus bergizi, beragam, seimbang dan aman.

"Bergizi memenuhi gizi, berimbang itu nabati, vitamin dan mineral seimbang dan beragam harus bervariasi," jelas istri orang nomor 1 di Ponorogo ini.

Selain itu makanan yang diolah harus aman dari bahan kimia dan pengawet. Terutama jika dikonsumsi untuk anak-anak.

Ia berharap, kedepannya pengusaha rumah makan, katering bisa mengadopsi menu dari lomba kreasi. Karena tentunya sehat dan bergizi.

Baca Juga: Hadiri Peringatan HKG, Bupati Kediri Minta PKK Fokus Dampingi Keluarga Desil 1-4

"Harapannya kegiatan ini mengadopsi penampilan yang sudah bagus. Katering lebih kreatif," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.