Rabu, 17 Jun 2026 10:37 WIB

Preman Pemeras Sopir Angkutan Barang di Margomulyo Surabaya Diciduk

 Kapolsek Tandes, Kompol Kusminto menunjukkan sang preman dan barang bukti pemerasannya
Kapolsek Tandes, Kompol Kusminto menunjukkan sang preman dan barang bukti pemerasannya

jatimnow.com - Seorang preman yang kerap memeras sejumlah sopir angkutan barang di Bundaran Karangpoh-Margomulyo, Tandes Surabaya diciduk polisi. Itu setelah satu sopir yang diperas sang preman melapor ke polisi.

Preman bertubuh kurus itu bernama Riduan (41) warga asal Poh Jejer, Sidoarjo. Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Tandes setelah menerima laporan dari Faris Julianto, sopir mobil pengangkut ayam potong.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami sergap pelaku saat duduk-duduk di pinggir jalan di Bundaran Karangpoh saat mencari mangsa lainnya," terang Kapolsek Tandes, Kompol Kusminto, Rabu (20/3/2019).

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa saat itu, korban Faris yang tengah mengakut ayam potong menggunakan mobil tiba-tiba dihadang sang preman di Budaran Karang Poh-Margomulyo. Setelah korban berhenti, preman tersebut langsung masuk ke kabin sebelah kiri.

"Pelaku mengancam korban dan mengaku sebagai anggota Gajah Weling (jasa pengawalan angkutan barang). Kepada korban, pelaku meminta sejumlah uang," jelas Kusminto.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tandes, Ipda Gogot membeberkan bahwa awalnya pelaku diberi Rp 20 ribu oleh korban. Namun, polaku tidak mau dan oleh korban akhirnya diberi Rp 50 ribu bahkan sampai Rp 100 ribu.

"Ternyata pelaku tetap tidak mau juga dan pelaku mengancam akan membawa kabur tas berisi uang, handpone dan surat-surat milik korban," sambung Gogot.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Korban yang ketakutan terpaksa memberikan uang Rp 200 ribu hingga akhirnya pelaku turun dari mobilnya kemudian kabur. Setelah pelaku kabur, korban melapor ke Polsek Tandes.

Sedangkan sang preman mengaku melakukan pemerasan dengan alasan membutuhkan uang tambahan untuk membayar sekolah anaknya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.