Selasa, 16 Jun 2026 02:16 WIB

BMKG: Fenomena Halocline di Selat Madura itu Wajar

Fenomena Halocline di Selat Madura yang terekam dari Jembatan Suramadu
Fenomena Halocline di Selat Madura yang terekam dari Jembatan Suramadu

jatimnow.com - Fenomena Halocline di Selat Madura yang penampakannya beredar luas di media sosial (medsos) merupakan hal yang wajar dan alami. Hal itu disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami pantau itu memang sesuatu hal yang wajar dan alamiah. Fenomenanya tidak perlu dikhawatirkan," terang Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Adi Hermanto, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Adi menjelaskan, Halocline di Selat Madura itu terjadi karena adanya perbedaan densitas.

"Jadi ketika air yang kandungan garamnya lebih rendah dengan kandungan garam yang lebih tinggi, maka terjadi Halocline," tuturnya.

Ia menambahkan, di Selat Madura di sekitar Suramadu memang ada muara sungai seperti dari Sungai Kalimas dan sungai-sungai kecil. Dan itu juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perbedaan warna.

Baca juga:  Fenomena Halocline di Selat Madura Terekam dari Jembatan Suramadu

"Jadi air yang kandungan garamnya lebih sedikit daripada air yang di Selat Madura, makanya terjadi pertemuan seperti itu. Jadi sesuatu hal yang wajar dan alami," terangnya.

Adi juga menyatakan bahwa Halocline di Selat Madura di sekitar Suramadu tersebut terjadi secara rutin.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Itu setiap hari pasti ada. Kalau yang rutin melewati Suramadu pasti akan melihat itu," ungkapnya.

Dilanjutkan Adi, ukuran tidak bersatunya dua warna air laut di Selat Madura itu normal karena terdapat muara sungai.

"Dari air sungai itu karena pengaruh air hujan, akhirnya air yang mengalir dari sungai volumenya lebih luas dari sebelumnya," tuturnya.

Secara pribadi, Adi mengaku kebetulan sering melihat fenomena Halocline tersebut. Sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkannya.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

"Jadi memang tidak berdampak pada fenomena alam. Tidak ada hubungannya dengan cuaca ekstrem dan segala macam," tegasnya.

Fenomena Helocline di Selat Madura itu menurutnya sama seperti yang terjadi di Selat Gibraltar di pantai selatan Spanyol dan utara Maroko.

"Ya, hampir sama. Karena di selat itu juga bisa terjadi Halocline, di mana kandungan garamnnya bertemu antara yang lebih rendah dengan lebih tinggi, maka bertemu sehingga terjadi seperti itu. Sewaktu-waktu bisa hilang apabila kadar garamnya sama," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.