Selasa, 23 Jun 2026 06:51 WIB

Jasad Kiai di Blitar ini Tetap Utuh Meski 31 Tahun Terkubur

  • Penulis : CF Glorian
  • | Selasa, 19 Mar 2019 14:45 WIB
Proses pengangkatan jasad seorang kiai di Blitar
Proses pengangkatan jasad seorang kiai di Blitar

jatimnow.com - Jasad seorang Kiai di Blitar tetap utuh meski telah dimakamkan selama 31 tahun. Peristiwa ini diketahui saat keluarga hendak memindahkan makam sang Kiai.

Jasad Kiai Muhammad Anwar Sudibyo, seorang ulama asal Dusun/Desa Tambakan, Gandusari, Kabupaten Blitar tetap utuh, saat penggalian makam setelah keluarga memutuskan untuk memindahkan jasad dari TPU Tambakan menuju Makam keluarga yang ada di sebelah barat Masjid Baitur Rouf, Tambakan, Gandusari. Pusara Kiai Anwar disandingkan dengan makam istrinya Siti Afijah.

"Kita awalnya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan peti kalau nanti sudah tinggal tulangnya saja. Namun ketika dibantu anak-anak Banser mengangkat, Subhanallah ternyata (jasad) masih utuh," terang Putra Kiai Muhammad Anwar Sudibyo, Muhammad Munib (60) kepada jatimnow.com, Selasa (19/03/2019).

Kiai Anwar sendiri lahir pada tanggal 14 Agustus 1914. Ia kemudian wafat dan dimakamkan pada tanggal 21 September 1988 pada usia 74 tahun. Oleh keluarga kemudian, Kiai Anwar diputuskan untuk dimakamkan di TPU Tambakan, Gandusari.

Pemindahan makam itu dilakukan pada tanggal 15 Maret 2019 lalu atau 30 tahun enam bulan pascajenazah dikebumikan. Dengan dibantu anggota Banser Gandusari, pemindahan jenazah berlangsung selama dua jam tanpa hambatan.

"Jasadnya itu masih terbujur kaku. Kain kafannya masih utuh dan hanya kotor terkena tanah itu saja. Kami memang tidak diperbolehkan menyentuh jadi kami hanya melihat. Kemudian oleh anak-anak Banser diletakkan diatas kain kafan baru lalu dipindahkan ke Masjid," papar Munib.

Pemindahan ini lantaran keluarga menginginkan makam Kiai berdekatan dengan istrinya. Ini untuk mempermudah para peziarah yang ingin nyekar di makam Kiai Muhammad Anwar Sudibyo.

"Abah itu santrinya banyak. Yang ziarah juga banyak jadi dipindahkan ke masjid. Kami diberi petunjuk oleh Kiai Mas'ud Zamburi. Kami juga sudah konsultasi sama Kiai Zaelani, Kepala Desa, kemudian dipindahkan," tutup Munib.

Jenazah Kiai Muhammad Anwar Sudibyo saat ini diletakkan di sebelah barat Pusara Siti Afijah, istrinya. Pihak keluarga juga memasang pagar pembatas di sekitar areal pusara.

Baca Juga: Jenazah Santriwati Asal Kediri yang Terseret Ombak di Blitar Ditemukan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.