Rabu, 10 Jun 2026 12:23 WIB

Kemendes PDTT: Pemanfaatan Dana Desa Harus Maksimal dan Terkoordinasi

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 03 Apr 2018 21:51 WIB
 Ahmad Erani Yustika saat di Ponorogo
Ahmad Erani Yustika saat di Ponorogo

jatimnow.com - Pemanfaatan dana desa, harus saling terkoordinasi antara desa satu dengan desa lainnya. Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ahmad Erani Yustika, Selasa (3/4/2017).

"Misalnya, desa lain membangun jalan, desa lain juga membangun jalan, Harus ada koordinasi antara satu dengan yang lain, supaya bisa nyambung jalannya," katanya saat kunjungan kerja di Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia mengatakan, koordinasi sangat penting. Karena jika tidak, bisa dipastikan pemanfaatan dana desa kurang optimal sehingga berdampak pada perekonomian warga.

"Adanya Bumdes dengan skala ekonomi kecil harus ditingkatkan, salah satunya dengan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD)," tegasnya.

Ia menjelaskan, para kepala desa harus menyadari BKAD pun juga harus diawasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), terkait pemanfaatan Alokasi Dana Desa (ADD) serta pengembangan kawasan desa.

Erani--sapaan akrab-Ahmad Erani Yustika, mengaku, melalui APBDes, bisa digunakan untuk kepentingan desa. Dana desa tahun 2017 sebesar Rp 60 triliun, tahun 2018 juga sebesar Rp 60 triliun.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Nanti tahun 2019, Presiden RI, Joko Widodo berencana menambah dana desa sehingga lebih dari Rp 60 T,” ujar Erani.

Menurutnya, alokasi dana desa Ponorogo sudah lumayan baik, sebesar 20%. Ini menunjukkan Pemkab Ponorogo memperhatikan potensi ekonomi yang ada di desa. “Ada daerah lain yang ADD-nya kurang dari 10%, padahal minimal 10%,” imbuh Erani.

Kedatangan Erani ke Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Ponorogo ternyata juga untuk memberikan bantuan alat pengolahan pasca panen padi. “Alat ini nantinya bisa langsung digunakan warga, Ponorogo merupakan rumah saya. Sehingga tidak aneh kalau saya memperhatikan Ponorogo terutama petani padi,” jelas Erani.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel

Sementara itu, Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno menambahkan, dirinya senang dengan bantuan alat ini. Pasalnya, warga Desa Ngabar ini termasuk salah satu desa yang menghasilkan padi sebesar 8 ton per hektar.

“Tentunya dengan adanya bantuan alat ini bisa sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat,” pungkas dia.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.