Rabu, 17 Jun 2026 14:32 WIB

Kepala Desa di Ponorogo Khawatir 'Dibidik' Pungli Pendaftaran Tanah

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 03 Apr 2018 20:48 WIB
Suasana hearing yang digelar di DPRD Ponorogo.
Suasana hearing yang digelar di DPRD Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

jatimnow.com - Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Hari Sumarsono (Kades Ngunut), Alwy Febrianto (Sekretaris Ngunut) dan Fajar Sodiq (warga) diungkapkan saat hearing antara DPRD Ponorogo, Paguyuban Kepala Desa Ponorogo, Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Selasa (4/3/2017).
 
Dalam hearing tersebut diketahui, akibat penangkapan di Ngunut itu, banyak kepala desa yang khawatir akan bernasib sama, 'dibidik' pungli PTSL . Sehingga, mereka pun menuntut regulasi yang jelas terkait dengan hal itu.
 
Ketua Paguyuban Kepala Desa di Ponorogo, Riyadi mengatakan kepala desa sudah merasa aman dan nyaman jika regulasi PTSL jelas. Apalagi sudah hampir 50 persen berkas masuk.
 
"Kalau kami melakukan PTSL dibawah ketakutan kan juga tidak bisa. Tapi hari ini terjawab semuanya,"terang Riyadi.
 
 
Sementara itu, Kasie Intel Kejari Ponorogo, Iwan Winarso mengatakan, para kepala desa sudah seharusnya tidak merasa takut jika memang sudah menjalankan sesuai dengan aturan.
 
"Kepala desa tidak perlu khawatir. PTSL tetap berjalan dengan aman dan nyaman. Nanti akan ada bagaimana tahapannya," katanya.
 
Untuk desa yang ketar-ketir melakukan PTSL dan terlanjut menarik uang lebih dari ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, bisa dikembalikan dan diajari relugasinya yang benar.
 
Sementara itu, terkait dengan OTT di Ngunut, ia menyatakan hal itu sudah memasuki tahapan baru.
 
"Saya katakan disini kasus OTT PTSL untuk tiga tersangka berakhir Happy Ending (membahagiakan-red)," kata Kasie Intel Kejari Ponorogo, Iwan Winarso kepada wartawan.
 
 
Namun, Iwan menegaskan proses hukum tetap berlanjut. Ia tidak bisa menegaskan bahwa mereka yang terkena Ott berhenti kasusnya atau divonis bebas. "Proses tetap berjalan. Terlalu prematur saya bilang sekarang," terangnya.
 
Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes
 
 
 
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.