Selasa, 16 Jun 2026 05:08 WIB

Doktrin Kiamat

Kepala Keluarga di Ngawi yang Eksodus ke Malang Punya Jemaah Pengajian

Tempat tinggal Rohman dan keluarganya di Ngawi yang ditinggal eksodus ke Malang
Tempat tinggal Rohman dan keluarganya di Ngawi yang ditinggal eksodus ke Malang

jatimnow.com - Selain meninggalkan keluarganya di Ngawi, kepergian Nur Rohman dan Dewi Rodhatul Mustofa, istrinya serta dua anaknya yang masih kecil juga membuat surau tempat pengajiannya di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, menjadi sepi.

Padahal sebelum mereka eksodus ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fallahil Mubtadiin yang diasuh KH Muhammad Romli Soleh atau Gus Romli, di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang tersebut, surau buatan Rohman selalu diisi dengan acara pengajian rutin.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Maklum saja, selama tinggal di kampung istrinya itu, Rohman sudah memiliki banyak jemaah pengajian. Surau itu sendiri dibangun di pekarangan komplek keluarga besar Dewi, istri Rohman. Dan saat ini, rumah dan surau mereka dirawat oleh Sukarni dan Karmini, ayah dan ibu kandung Dewi atau mertua Rohman.

Dari pantauan jatimnow.com, surau yang dibangun Rohman untuk pengajian tidak begitu besar yang bermenara sekitar 10 meter. Sedangkan tempat tinggal mereka juga cukup sederhana.

Baca juga:  

Ibu mertua Nur Rohman, Karmini yang saat itu berada di dalam rumah anaknya, menantu dan dua cucunya tersebut.

"Cucu saya bernama Ahmad Haidar dan Ahmad Nauval," ungkap Karmini, Sabtu (16/3/2019).

Sambil menyeka air matanya, Karmini mengaku tidak mengira anak dan dua cucunya itu dibawa menantunya berhijrah ke Malang.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

Menurutnya, setahun terakhir Rohman mendirikan sebuah kelompok kajian sekaligus pengobatan alternatif dengan jumlah jemaah ratusan orang yang berasal dari warga sekitar dan luar kampungnya.

"Ada yang dari Desa Klitik, Beran dan mana lagi gitu, lupa saya," tambahnya.

Namun, Karmini mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana menantunya memberikan kajian.

Sementara, Kepala Desa Dempel, Sugeng Wiyono mengaku bahwa kajian yang didirikan Nur Rohman sudah sekitar tiga tahun. Sedangkan pengajian di surau yang dipimpin Rohman itu hanya digelar sebulan sekali. Selebihnya Rohman berkeliling untuk mengisi pengajian.

Baca Juga: Taman Zakat dan YBM PLN Atasi Krisis Air di Ngawi dengan Sumur Bor

"Jamaahnya juga pakaiannya biasa saja sebenarnya. Ya baju koko putih," tegasnya.

Untuk doktrin kiamat, lanjut ia, belum mendengarkan secara langsung. Hanya saja beberapa warganya bercerita demikian.

"Warga saya cerita ke saya ada beberapa doktrin. 7 doktrin kalau gak salah. Ada yang kiamat, kemarau panjang, terjadi huru -ara itu juga," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.