Kamis, 18 Jun 2026 02:09 WIB

Ombudsman Menilai Pengawasan UNBK Pakai CCTV Tidak Sesuai Prosedur

Koordinator Bidang Pendidikan Ombudsman RI Jawa Timur, Vice Admira Firnaherera.
Koordinator Bidang Pendidikan Ombudsman RI Jawa Timur, Vice Admira Firnaherera.

jatimnow.com - Ombudsman RI perwakilan Jawa Timur menilai, pengawasan UNBK SMK 2018 yang hanya menggunakan CCTV tanpa adanya pengawas diruangan malah menurunkan integritas dan tidak sesuai dengan Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional.

Koordinator Bidang Pendidikan Ombudsman RI Jawa Timur, Vice Admira Firnaherera mengatakan, hanya dengan menggunakan CCTV selain dapat mengeliminasi peran pengawas juga akan menurunkan integritas.

Baca Juga: SDN Karangpatihan Ponorogo Terima Hibah Laptop DJP Kanwil Jatim II

Karena berdasarkan penilaian dilapangkan masih ada kegaduhan di dalam ruangan UNBK.

"Karena, berdasarkan Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0044/P/BSNP/XI/2017 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 menyebutkan bahwa pengawas ruang harus di dalam ruang ujian. Dan tidak terdapat aturan yang menyebut bahwa peran pengawas tersebut dapat digantikan oleh CCTV," terang Vice Admira Firnaherera, Senin (3/4/2018)

Sepintas, keberadaan CCTV sebagai pengganti pengawas ruang ini dianggap oleh sebagian pihak untuk meningkatkan kejujuran siswa dalam menghadapi UNBK, hendaknya diruangan masih terdapat pengawas.

"CCTV itu hanya sebatas sebagai alat bantu saja dan seharusnya tetap adanya pengawas dalam ruangan," tuturnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Pantau Pelaksanaan USP BKS SMA di Surabaya

Ia mengatakan, bahwa efek lain jika tidak ada pengawas makan CCTV yang tidak mampu menangkap suara dan kegaduhan yang terjadi dalam ruangan ujian, maka akan menjadi sebuah kendala tersendiri.

"Sudut pengawasan CCTV juga terbatas, karena berdasarkan pemantauan di lapangan, Ombudsman menemukan beberapa struktur ruangan ujian yang hampir tidak bisa di pantau oleh CCTV," terangnya.

Kekurangan lain, tambahnya, Pengawas tidak bisa langsung merespon adanya dugaan kecurangan karena berada di luar ruangan yang berbeda dengan ruang ujian.

Baca Juga: Beri Semangat Peserta UNBK SMP, Bupati Ipong: Semoga Lulus 100 Persen

Selain itu, ruang ujian seharusnya juga transparan untuk memudahkan akses pengawasan. Jadi semestinya ruangan ujian bisa dipantau dari luar tanpa mengganggu peserta ujian

"Dari pantauan Ombudsman, ada sekolah yang ruang ujiannya tertutup namun tetap diawasi oleh pengawas ruang sekaligus CCTV misalnya di SMK PGRI 4 Surabaya. Namun ada juga sekolah yang ruang ujiannya tertutup dan hanya diawasi oleh CCTV misalnya di SMKN 2 Surabaya," tandasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.