Senin, 15 Jun 2026 17:12 WIB

Doktrin Kiamat, Warga Ponorogo Eksodus ke Malang Bertambah 8 Orang

Padepokan Gunung Pengging di Ponorogo
Padepokan Gunung Pengging di Ponorogo

jatimnow.com - Kepergian 16 Kepala Keluarga (KK) dari Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, karena ada doktrin kiamat juga diikuti oleh warga dari beberapa kecamatan lainnya.

Hasil pantauan jatimnow.com, fenomena kepergian warga dari Ponorogo ke Malang tersebut juga terjadi di Desa Semanding, Kecamatan Kauman dan Desa Tatung, Kecamatan Balong.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Iya di sini (Desa Tatung) juga ada yang hijrah ke Desa Pulosari Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang," kata Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiharto, Kamis (14/3/2019).

Untuk di Desa Tatung tercatat ada 1 KK yang terdiri dari 4 orang (seorang ibu, anak, anak menantu dan cucu).

"Mereka pindah juga tidak pamit kami, tetangga. Berangkatnya dua hari lalu. Malam hari, saya juga tidak tahu berangkatnya. Tapi bapaknya masih tinggal di rumahnya," jelasnya.

Hanya saja, aset lainnya yang dijual.

"Kalau rumah masih utuh kok. Aset lainnya dijual," tambahnya.

Kepergian warga juga terjadi di Desa Semanding, Kecamatan Kauman. Untuk di Desa Semanding ada 2 KK yang pergi ke Malang karena mengikuti ajaran aliran Musa AS.

"Kalau di desa kami (Semanding) ada 2 KK. Totalnya ada 6 warga dari 2 KK," kata Wahyudin, Jogoboyo Desa Semanding kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Untuk 1 KK asal Dukuh Klampaiyan tersebut menjual aset 3 ekor sapi. Mereka menjual hewan peliharaannya tersebut untuk uang saku selama di Malang. Sementara, 1 KK lain di Dukuh Bentong, menjual aset lahan pekarangan rumahnya. Untuk rumah induk, Wahyudin belum mengetahui pastinya.

"Kalau informasi yang kami dapat cuma jual pemasangannya. Tapi tidak diurus di kantor desa. Jualnya hanya di keluarganya," katanya.

Ketiga KK tersebut baik dari Dukuh Klampaiyan, Dukuh Bentong dan Dusun Semanding berangkat minggu lalu. Namun dirinya tidak bisa memastikan hari apa berangkatnya.

"Ya tahu-tahu berangkat. Orangnya sudah tidak ada di rumahnya," jelas Wahyudin saat ditemui di kantornya.

Sebelumnya, selama kurang lebih sebulan ada 16 KK terdiri 2 KK dari Dusun Gulun dan 14 KK dari Dusun Krajan pindah ke Kecamatan Kasembon, Malang.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ke 52 warga tersebut pergi dari desanya dengan menjual tanah, rumah dan hartanya untuk menuntut ilmu ke Malang. Mereka terkena doktrin hingga menjual rumah karena akan ada kiamat.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.