Senin, 15 Jun 2026 00:47 WIB

Warga Ponorogo Terdoktrin Kiamat, Ini Kata Muhammadiyah Jatim

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Najib Hamid
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Najib Hamid

jatimnow.com - Sebanyak 52 warga di Ponorogo pindah ke Malang karena terkena doktrin kiamat. Mereka bahkan rela menjual rumah dan pekaranganya dengan harga yang sangat murah.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Najib Hamid mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan masih banyak warga negara Indonesia yang belum terdidik.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Sehingga gampang termakan isu atau informasi yang tidak benar. Bagaimana mereka memahami kalau di Ponorogo kiamat, tapi di Malang tidak," katanya kepada wartawan di kantor PWM Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (13/3/2019).

Baca juga:  Ini Tanggapan Bupati Ponorogo Soal 52 Warga yang Terdoktrin Kiamat

"Masak ada kiamat lokal. Saya kira, ini tugas kita bersama untuk memberikan pendidikan ke warga. Masak warga sampai tidak tahu kiamat itu apa," tuturnya.

Nadjib juga menyesalkan aset-aset milik warga yang dijual sangat murah. Seperti rumah yang dijual Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.

"Kenapa mobilnya, rumahnya dijual sangat murah. Jangan-jangan ada aspek gendamnya juga. Ini harus diselidiki siapa yang melakukan doktrinasasi dan siapa yang membeli aset-aset mereka," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Mantan komisioner KPU Jawa Timur ini menambahkan, jika ada hal tersebut, maka aparat yang di lingkup desa, harus ikut melakukan pencegahan dan memberikan pendidikan kepada warga.

"Aparat di desa yang paling dekat dengan masyarakat mestinya peka. Kalau ada peristiwa aneh, harusnya bisa melakukan pencegahan," sambungnya.

"Kalau jual beli aset mereka dirasa nggak wajar, harusnya dibatalkan. Itu jual beli tidak sah. Aparat tidak serta merta menghalangi, tapi itu upaya melakukan pencegahan demi kemaslahatan warga," terangnya.

Nadjib meminta orang yang membeli aset warga tersebut juga dilacak.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Saya curiga, tolong dilacak pembeli aset mereka. Apakah ada korelasi positif," jelasnya.

Sebelumnya 52 warga dari 16 kepala keluarga (KK) di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo berbondong-bondong pindah ke Malang. Mereka berpindah ke Malang karena diduga mendapatkan doktrin tentang kiamat.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.