Minggu, 14 Jun 2026 19:02 WIB

Doktrin Kiamat, 52 Warga di Ponorogo Pindah ke Malang

Sogi di depan rumah warganya yang dijual
Sogi di depan rumah warganya yang dijual

jatimnow.com - Viralnya warga Desa  Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo yang pergi mendadak ke Malang karena ada doktrin kiamat benar adanya.

Perangkat Desa Watubonang, Sogi mengatakan selama kurang lebih sebulan ada 16 kepala keluarga (KK) yang pindah. Dari 16 KK tersebut, 2 KK dari Dusun Gulun dan 14 KK dari Dusun Krajan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Ada 52 warga, 23 perempuan dan 29 laki-laki. Sembilan diantaranya anak-anak yang tidak tahu apa-apa," terang Sogi kepada jatimnow.com, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Rumah Warga di Ponorogo Kompak Dijual, Doktrin Kiamat?

Dari 16 KK itu, ada 3 KK yang sampai menjual tanah dan rumahnya. Harganya pun murah hanya Rp 10 juta sampai Rp 30 juta.

"Saya kemarin juga jadi saksi. Warga yang pindah tidak bisa dihalang-halangi untuk pindah ke Malang. Mungkin mendapat doktrin," terangnya.

Ia mengatakan, ke 3 KK yang menjual rumah memang hanya mempunyai harta benda rumah dan tanah. Sementara 13 KK lain hanya menjual aset harta yang dimiliki. Tidak sampai menjual rumah.

"Ya kalau yang 3 KK itu memang secara ekonomi dalam tanda kutip di bawah. Mereka hanya punya rumah sehingga jual rumah. Beda dengan 13 KK lain bisa jual mobil, motor, sapi," tegasnya.

Menurutnya kejadian tersebut sudah sebulan lebih. Namun 16 KK tersebut tidak berangkat secara bersama.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Mereka itu bergantian. Jadi misal hari ini 2 KK berangkat. Lalu dua hari lagi ada yang berangkat kembali," jelas Sogi saat ditemui di rumahnya di Desa Watubonang.

Ia mengatakan, ke 16 KK tersebut perginya pun sembunyi-sembunyi. Tetangga sebelah rumah pun tidak mengetahui kepergiannya. Begitu juga perangkat Desa Watubonang tidak dipamiti.

"Dipamiti secara langsung tidak sama sekali. Kecuali yang jual rumah karena harus memerlukan urusan administrasi dengan desa," tegasnya.

Ia mengatakan, 3 KK tersebut hanya mengatakan akan menuntut ilmu ke Desa Pulausari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

"Tapi secara administrasi masih warga sini (Watubonang). Juga tidak ada yang mengurus kepindahan. Langsung hilang begitu saja," terangnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo menjual tanah, rumah dan hartanya untuk menuntut ilmu ke Malang. Mereka terkena doktrin hingga menjual rumah karena akan ada kiamat.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.