Selasa, 16 Jun 2026 18:25 WIB

Duh, Penyelenggara Ngeyel saat Ditegur Polisi Soal Tarian Erotis

  • Penulis :
  • | Selasa, 03 Apr 2018 10:15 WIB
Adegan tari striptis yang menuai kecaman di Banyuwangi.
Adegan tari striptis yang menuai kecaman di Banyuwangi.

jatimnow.com Pihak penyelenggara pameran modifikasi mobil di Banyuwangi yang berujung pada tarian erotis, ternyata sempat ditegur oleh pihak kepolisian yang datang ke lokasi. Namun, saat ditegur itu, pihak penyelenggara malah ngeyel.

Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Ali Masduki menjelaskan, saat 12 PSG tersebut beraksi dengan tarian erotis yang diiringi dengan dentuman musik disko, dua orang anggota polisi yang bertugas menegur pihak penyelenggara.

Baca Juga: 2 Festival di Banyuwangi Kembali Masuk Agenda Nasional KEN 2025

Bukannya berhenti, justru pihak penyelenggara seakan-akan tidak menghiraukan imbauan dari aparat kepolisian.

Para PSG tetap menari dengan tarian erotis yang dipandu oleh salah seorang Disk Jockey (DJ) yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Rekan-rekan polisi yang ada di sana pas kejadian sudah menegur penyelenggara. Kemudian mereka berdalih sudah ada izin (ngeyel),” kata AKP Ali Masduki, Selasa (3/4/2018).

Meskipun begitu, kata AKP Ali, petugas polisi yang saat itu bersama beberapa staf dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghentikan acara tersebut.

“Akhirnya, setelah diberhentikan itu, terjadi perdebatan alot,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihak kepolisian akan memeriksa pihak-pihak yang bertanggungjawab dengan acara itu. Meskpun penanggungjawabnya adalah warga Jawa Barat.

Baca Juga: Dua mahasiswi tewas kecelakaan di jalur "tengkorak" Banyuwangi

“Kita akan konfrontir dari semua keterangan, baik Disbudpar, koordinator tarian erotis termasuk penanggung jawab yang mendatangkan PSG itu kita hadirkan. Setelah itu, kita gelar perkara di Polres oleh Satreskrim,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, acara pameran modifikasi mobil Indonesia Automodified IAM diduga telah melanggar izin yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian setempat. Sebab, dalam pelaksanaannya dibumbui dengan aksi tarian erotis.

Pihak penyelenggara juga diduga telah dengan sengaja mempersiapkan 12 PSG dan perlengkapan DJ untuk pertunjukan tarian erotis yang berlangsung Minggu 31 Maret 2018 di Gedung Wanita Jalan Kartini.

Terlebih, kegiatan tarian erotis tersebut dilakukan di gedung milik Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dan menuai protes dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Pemuda Perkosa Kekasih Dibawah Umur

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.