Sabtu, 20 Jun 2026 20:11 WIB

Warga di Ngawi Dirikan Tenda Dekat Lokasi Banjir Demi Hewan Ternak

Husna dan keluarganya nekat tidur di dalam tenda dekat lokasi banjir di Desa Kedung Glagah, Kecamatan Geneng, Ngawi
Husna dan keluarganya nekat tidur di dalam tenda dekat lokasi banjir di Desa Kedung Glagah, Kecamatan Geneng, Ngawi

jatimnow.com - Sejumlah warga yang menjadi korban banjir di Ngawi memilih bermalam di dekat lokasi banjir dengan mendirikan tenda. Alasannya, mereka khawatir dengan hewan-herwan ternak yang mereka pelihara selama ini.

Para korban banjir itu mendirikan tenda di sepanjang Jalan Desa Kedung Glagah, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Mereka berjubel di dalam tenda terpal seadanya tanpa lampu penerangan, mulai Kamis (7/3/2019) malam.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Seorang pengungsi, Husna mengaku nekat menginap di tenda terpal bersama keluarganya agar swaktu-waktu dapat mengurus hewan-hewan ternak miliknya. Sebab menurutnya, kambing piaraan keluarga mereka berjumlah 16 ekor.

Baca juga: 

"Saya ndak tega melihat kakek nenek saya mencari pakan kambing," kata Husna, Jumat (8/3/2019).

Meski menginap di tenda terpal, Husna dan keluarganya mengaku sudah mendapatkan jatah makanan dari para relawan serta sanak saudara yang datang ke tenda.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

"Ini malah masih sisa banyak nasinya. Ada juga roti buah dan kacang kulit," aku Husna.

Sementara itu, Kasie Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Teguh Puryadi menyebut, untuk stok makanan dan minuman bagi warga terdampak banjir masih aman. Ketersediaan makanan dipastikan dapat mencukupi kebutuhan korban hingga 7 hari mendatang.

"Untuk cadangan bahan pangan bagi warga terdampak banjir masih aman hingga 7 hari," tegasnya.

Baca Juga: Taman Zakat dan YBM PLN Atasi Krisis Air di Ngawi dengan Sumur Bor

Saat ini, kebutuhan bahan pangan untuk korban banjir di wilayah Ngawi masih dalam level aman. Selain dari para relawan, beberapa bantuan juga datang dari masyarakat sekitar.

"Kami berharap banjir segera surut dan warga dapat beraktivitas kembali," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.