Minggu, 14 Jun 2026 23:27 WIB

Lima Hari Hilang, Pria di Ponorogo ini Ditemukan Tewas Membusuk

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 26 Feb 2019 18:39 WIB
Penemuan jenazah di desa Kutukulon
Penemuan jenazah di desa Kutukulon

jatimnow.com – Sesosok mayat yang telah membusuk ditemukan di Desa Kutukulon, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (26/2/2019). Bahkan di bagian kepala mayat, bagian muka sudah dikerubungi belatung.

"Iya tadi ada penemuan mayat di Desa Kutukulon. Tepatnya di belakang SPBU Jetis," kata Kanit Reskrim Polsek Jetis, Aiptu Ibnu Warsito.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia menjelaskan, mayat tersebut ditemukan oleh Muhamad Kasil (45) warga Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Saat itu, saksi akan mengerjakan sawah milik Markani di lokasi.

"Ditengah-tengah saat mengerjakan sawah, saksi mencium bau busuk di sekitar dirinya bekerja. Kemudian saksi mencoba mencari sumber bau," tambahnya.

Rupanya, tidak jauh dari tempat ia mengerjakan sawah terdapat mayat yang sudah busuk dan berbelatung serta mukanya sudah berbentuk tengkorak.

"Penemuan itu dilaporkan ke Balai Desa Kutu Kulon. Dan baru diteruskan ke kami (Polsek Jetis). Saya dan pihak puskesmas Jetis meluncur ke lokasi mengecek kebenarannya," terangnya.

Ia menyebutkan, dari hasil identifikasi luar, mayat memakai baju berwarna hijau dan memakai celana kolor. Ia mengatakan dari hasil tersebut pun mencocokkan dengan laporan kehilangan yang dibuat oleh Ning Karyati warga Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kebetulan sepekan lalu ada laporan orang hilang. Dan kami cocokkan ternyata ciri-cirinya sama. Kami pun memanggil pelapor," terangnya.

Menurutnya, pelapor atau Ning Karyati datang. Ia mengatakan Ning Karyati pun mengakui bahwa mayat yang membusuk merupakan bapaknya yang bernama Ladiyun (86).

"Sudah diakui dan keluarga menerimanya. Apalagi ciri-cirinya sesuai. Pakaian dan celana yang dipakai oleh korban sama dengan sepekan lalu saat hialng dari rumahnya," bebernya.

Aiptu Ibnu menjelaskan, dari hasil visum dan identifikasi menunjukkan tidak ada ciri-ciri kekerasan. Mayat diduga sudah meninggal 4-5 hari yang lalu.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

"Kemungkinan pikun. Waktu mau pulang, dikira lokasi tempat meninggal itu rumahnya. Sehingga korban tidur begitu saja di areal persawahan tersebut. Dan baru ketahuan saat ini," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.