Selasa, 16 Jun 2026 04:18 WIB

Mencicipi Legitnya Durian Kanjeng Asal Ponorogo

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 26 Feb 2019 08:20 WIB
Durian kanjeng
Durian kanjeng

jatimnow.com - Durian kanjeng menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung pada acara pesta durian di Telaga Ngebel, Ponorogo, yang digelar pada Minggu (24/2/2019). Selain memiliki daging yang tebal khas jenis montong, durian ini memiliki aroma yang kuat.

Durian kanjeng adalah hasil persilangan antara durian montong dengan durian lokal ponorogo yang menghasilkan kualitas unggul, baik dari segi aroma, rasa maupun daging.

Dwi Supriyadi, warga Desa/Kecamatan Ngebel, mencoba mengembangkan durian kanjeng. Varian durian hasil persilangan durian montong dengan lokal Ngebel. hasilnya disapat kualitas baru yang memuaskan para pecinta durian.

Aroma menyengat begitu terasa saat buah berduri berwarna hijau dibelah. Aromanya bisa tercium cukup jauh. Sudah tentu hal ini menggugah selera pecinta durian.

Dari balik kulit yang berduri berwarna hijau itu, di dalamnya terdapat isi berwarna putih. Tidak seperti biasanya yang isinya berwarna kekuning-kuningan.

Rasa manis langsung terasa di ujung lidah saat menyantap durian tersebut. Berbeda dengan durian lain. Meskipun sama-sama manis, durian tersebut punya rasa pahit di ujungnya. Rasa itulah yang kemudian membuat banyak orang ketagihan.

"Tergantung cuaca, untuk tahun ini yang waktu-waktu sekarang ini sudah memasuki panen raya," kata Dwi Supriyadi, salah satu petani Durian Kanjeng, Selasa (26/2/2019).

Supriyadi mengaku beruntung karena mendapat warisan berupa 1 hektar lahan pohon durian. Lahan seluas satu hektar telah ditanam pohon durian. Baik durian lokal Ngebel maupun durian montong.

Saat ramai dibicarakan durian kanjeng kali pertama muncul pada 2013 lalu, Dwi mulai penasaran. Dia mencoba mencari bibit durian yang disebut sebagai rajanya durian tersebut.

Supriyadi awalnya mencoba menanam satu bibit. Setelah beberapa bulan, ia melihat perawatan durian kanjeng tidak sesulit durian montong dan lokal Ngebel. Terutama pada pemberian pupuk. Durian kanjeng hanya membutuhkan pupuk organik sudah mampu tumbuh dengan baik.

"Ternyata dari sisi perawatan lebih gampang," ungkap anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan Sudarno-Sumilah itu.

Dari situlah pria berusia 22 tahun itu mulai menambah bibit durian kanjeng untuk ditanam. Meski baru lima, baginya itu melengkapi varian durian yang ditanam di kebunnya.

Tidak terhitung berapa banyak pohon durian yang ada di kebunnya. Untuk pohon berumur 15 tahun ke atas tiap kali panen bisa menghasilkan 100-1000 durian. Sementara umur empat tahun biasanya lima sampai sepuluh buah tiap kali panen. Dari hasil itu, dia mampu meraup omset hingga Rp 10-15 juta per pohon tiap kali panen.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.