Selasa, 16 Jun 2026 13:13 WIB

Tanggapi Surat Dhani, Ketua PWNU Jatim: Dia NU Beneran atau Tidak

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar

jatimnow.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akhirnya buka suara terkait tulisan tangan Ahmad Dhani Prasetyo tentang NU yang dibagikan ke wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/2/2019) lalu.

Surat Ahmad Dhani yang dibuat Ahmad Dhani di Rutan Medaeng itu berisi tentang jenis NU menurut pandangannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar mempersilahkan Dhani mengatakan apa saja. Namun, ia tetap ingin bertemu dengan Dhani untuk berbicara baik-baik dari hati ke hati.

"Monggo terserah dia mengatakan begitu, tapi kami ingin sekali ngomong baik-baik dari hati ke hati dengan Ahmad Dhani, sejam, dua jam, tiga jam," ungkap Kiai Marzuki di Kantor PWNU Jatim, Kamis (21/2/2019).

Jika pertemuan itu terwujud, Kiai Marzuki mengaku baru bisa menyimpulkan apa maksud dari Politisi Partai Gerindra itu menulis surat tentang NU.

Baca juga:  Ahmad Dhani Tulis Surat Tentang NU dari Rutan Medaeng

"Setelah ngomong begitu, baru kami bisa menyimpulkan Ahmad Dhani itu kayak apa," lanjutnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Lantas kapan rencana pertemuan tersebut? Kiai Marzuki mengatakan bahwa PWNU Jatim terbuka untuk siapapun. Termasuk Dhani jika ingin berkunjung suatu saat nanti.

Bahkan, ia mengatakan kebiasaan orang NU akan sowan dan hormat kepada seseorang yang dianggapnya guru, kiai atau yang lebih tua.

"Terserah dia, kalau NU kan dia ke sini, kalau hanya politik-politik, main-main, kan kita ndak tahu dia NU beneran atau tidak. Biasanya kalau NU beneran, kepada kiai hormat dia," tegasnya.

Bagi Kiai Marzuki, NU tak hanya wirid atau membaca Qunut usai Salat Subuh saja. Namun, santri atau kader NU memiliki rasa hormat yang tinggi kepada kiainya. Rasa tersebut pasti sudah tertanam di hati masing-masing.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"NU Qunut iya, NU Maulid iya. Tapi NU ndak hanya wiridan, qunut, masih ada yang lebih dari itu lagi, namanya hati warga NU, kader NU, santri NU itu terus terkait dengan itu, melanggar guru sedikit pun ndak berani," tambahnya.

Kiai Marzuki melanjutkan, seperti halnya patuhnya para sahabat kepada Rasulullah SAW. Sehingga apapun yang didapat bukan hanya ilmu tetapi keterpautan hati tidak putus.

"Seperti nggak beraninya sahabat melanggar Rasulullah SAW, sehingga yang didapat sahabat dari Rasulullah itu nggak hanya ilmu, tapi lebih dari itu keterpautan hati ndak pernah putus. Begitu juga nabi dengan Jibril dan seterusnya," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.