Minggu, 14 Jun 2026 23:38 WIB

'Staf Kementerian Setneg RI' Pernah Menyusup di Konferensi PBB

  • Penulis :
  • | Sabtu, 31 Mar 2018 18:09 WIB
Gandhi Pradikta saat menyusup di acara Konferensi PBB di Kota Surabaya, 25-27 Juli 2016 silam.
Gandhi Pradikta saat menyusup di acara Konferensi PBB di Kota Surabaya, 25-27 Juli 2016 silam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

jatimnow.com - Setelah ditangkap dan diperiksa intensif oleh penyidik, track record Gandhi Pradikta sedikit demi sedikit mulai terbongkar.
 
Staf Kementerian Setneg RI gadungan ini, ternyata pernah menyusup dan menipu di acara Konferensi PBB yang digelar di Surabaya pada 25-26 Juli 2016 silam. Bagaimana kisahnya? 
 
Ulah Gandhi itu diceritakan oleh Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin. Saat itu, Abidin memang sedang bertugas di Hotel Mercure, tempat The Third Sesion of The Preparatory Committee of the Habitat III Conferencedi PBB digelar. Saat itu, ada 193 negara yang hadir. 
 
"Saya ingat betul, ada WNA Rwanda mendatangi Mapolsek (Tegalsari) dan membuat pengaduan (bukan laporan). Dia mengaku telah ditipu oleh pria yang mengaku sebagai Staf Setneg RI," tutur Abidin kepada jatimnow.com, Sabtu (31/3/2018). 
 
Dalam ceritanya, pejabat setingkat menteri di Rwanda itu mengatakan, jika pria itu mengaku bernama Gandhi Pradikta. Pada saat 26 Juli 2016 silam itu, pejabat Rwanda diajak berkenalan oleh Gandhi di acara konferensi. Karena ID Card palsu Gandhi itu, pejabat pria Rwanda akhirnya mengikuti ajakan Ghandi. 
 
 
"Saya lupa nama pejabat Rwanda itu. Tapi yang pasti, dia mengadu telah ditipu oleh Gandhi. Gandhi yang berjanji akan membayar semua tagihan cafe dan bar, ternyata kabur. Sehingga biayanya ditanggung oleh pejabat itu," papar Abidin. 
 
Meski nilai kerugian pejabat Rwanda saat itu hanya sekitar Rp 5 Juta. Tapi nilai tersebut sangat besar jika di-kurs-kan mata uang Rwanda.
 
"Tapi pejabat itu hanya ingin mengadu dan tidak ingin melapor. Dia hanya minta dipertemukan dengan Gandhi," imbuh Abidin. 
 
Setelah itu, Abidin dan pejabat Rwanda bersama stafnya, akhirnya menuju Hotel Bekisar tempat Gandhi menginap. Setelah bertemu, sang pejabat Rwanda itu memaafkan perilaku Gandhi.
 
Namun, Abidin tetap saja mencatat nama dan tempat tinggal Gandhi. Saat itu, Ghandi menunjukkan ID Card Setneg RI dan mengaku tinggal di Jalan Veteran No 17-18, Jakarta Pusat. 
 
"Dia (Gandhi, red) memang parlente penampilannya. Seperti pejabat begitu memang. Bicaranya juga sudah mahir. Dan seingat saya, bahasa inggris-nya juga lancar sekali," tutup Abidin.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.