Senin, 15 Jun 2026 10:13 WIB

Dugaan Guru Cabuli Siswi SD di Malang, Pelaku Dilarang Mengajar

Demo di Diknas Pendidikan Kota Malang
Demo di Diknas Pendidikan Kota Malang

jatimnow.com - Aksi ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru di salah satu sekolah dasar (SD) ditanggapi Dinas Pendidikan Kota Malang.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Malang Zubaidah mengatakan bahwa oknum guru yang diduga melakukan pencabulan kepada muridnya telah ditarik dari sekolah tempatnya mengajar.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Oknum guru itu sudah kita tarik dari sekolah. Hak-haknya juga sudah kita cabut misalnya hak sertifikasi kita cabut," tegas Zubaidah kepada awak media, Senin (18/2/2019).

Baca juga:  

Selain itu Diknas Kota Malang diakuinya juga sudah melakukan pendampingan kepada para korban untuk melaporkan dan memberikan trauma healing psikolog guna memulihkan trauma korban dan orang tuanya.

"Kita sudah lakukan prosedur yang berlaku. Kita juga sudah kumpulkan seluruh guru dan kepala sekolah di Kota Malang untuk saling mengawasi bila ada oknum guru yang nakal," ujarnya.

Zubaidah juga meminta maaf atas nama pribadi dan Diknas terkait adanya dugaan pencabulan siswi yang korbannya diduga mencapai 20 orang ini.

"Saya mewakili pribadi dan Diknas Kota Malang meminta maaf. Melalui kesempatan ini, kami akan maksimalkan (penanganan kasus ini)," tukas Zubaidah.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

Koordinator Aksi Kurniati Bayo menyampaikan poin utama dari aksi kali ini yakni menuntut Diknas menindak tegas terduga oknum guru yang melakukan pencabulan.

"Diknas kita minta juga untuk melakukan perlindungan siswa lainnya terhadap kekerasan seksual di dalam perubahan Perda pendidikan," ujar Bayo dalam orasinya.

Massa juga menuntut pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus dugaan pencabulan secepatnya dan terbuka kepada masyarakat Kota Malang.

Bayo juga meminta pihak Diknas dan kepolisian untuk melindungi korban dan melakukan pendampingan untuk memulihkan trauma terhadap siswi yang menjadi korban. Massa aksi akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 10.15 WIB, usai tuntutan mereka diterima.

Baca Juga: Dear Bapak - Ibu, Dinas Pendidikan Surabaya Buka Posko SPMB 2026 Pekan Ini

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.