Minggu, 21 Jun 2026 14:22 WIB

Kembangkan Hidroponik, Pria di Ponorogo ini Sukses Tanam Melon Golden

Dedy merawat tanaman melon miliknya
Dedy merawat tanaman melon miliknya

jatimnow.com - Lahan sempit di tengah kota bukan berarti halangan untuk bertani. Itulah konsep yang dilakukan Dedy Setiawan (35). Warga Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo tersebut mampu menanam melon jenis golden apollo dengan keuntungan berlimpah.

Penasaran seperti apa cara bertaninya di lahan yang sempit? Berikut liputannya

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Di lahan sempit belakang rumahnya, Dedy terlihat merawat tanaman melonnya. Sekali-kali Dedy memanen melon yang telah siap panen.

"Saya memulainya dua tahun lalu," kata Dedy membuka percakapan dengan jatimnow.com, Sabtu (16/2/2019).

Di belakang rumahnya, diubah menjadi lahan pertanian buah melon jenis golden apollo dengan sistem hidroponik. Bahkan tanaman melon ini bisa dipanen dalam waktu 60-65 hari.

Dedy mengaku cara menanam dirinya berbeda dengan petani di sawah pada umumnya. Ia harus membuat lahan green house atau rumah kaca.

"Biar terhindar dari serangga dan hama. Termasuk terhindar dari hujan maupun sinar matahari," jelasnya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Selain menghemat lahan, sistem hidroponik juga menghemat air maupun pestisida tanaman. Karena setiap tanaman ditaruh di didalam polyback.

"Masing-masing tanaman diberi selang kecil untuk menyalurkan air maupun nutrisi," ujarnya.

Ia mengaku, sengaja menanam melon jenis golden apollo karena harga jualnya tinggi dan mampu menembus pasar kelas premium. Harga melon golden apollo berada di kisaran Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya.

"Lahan saya 700 meter. Sekali panen bisa 6.5 sampai 7 ton. Tiap sebulan sekali," kata Dedy.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Winingsih, salah satu pengunjung mengaku cukup takjub dengan sistem penanaman melon yang dilakukan oleh Dedy secara hidroponik.

"Beda cara tanamnya. Beda pula hasilnya. Melonnnya juga segar," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.