Rabu, 17 Jun 2026 00:16 WIB

Tolak Pakai Rompi saat Sidang, Ahmad Dhani: Saya Bukan Tahanan

Ahmad Dhani saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya
Ahmad Dhani saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya

jatimnow.com - Penampilan Ahmad Dhani tidak seperti terdakwa lain saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/2/2019). Suami Mulan Jameela tersebut tidak mengenakan rompi warna merah seperti terdakwa lain.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara menyebut jika kliennya itu tak seharusnya diperlakukan sebagai tahahan.

"Beliau sebagai orang merdeka untuk perkara ini. Beliau ditahan untuk penetapan perkara yang di Jakarta, jadi Jaksa Surabaya meminjam mas Dhani untuk perkara di Surabaya. Jadi di sini merdeka," ujarnya usai menjalani sidang kedua di PN Surabaya, Selasa (12/2/2019).

Bahkan saat akan menjalani sidang, Tim kuasa hukum dan terdakwa dengan tegas menolak permintaan untuk mengenakan rompi tahanan yang diminta oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Pasalnya, menurutnya Dhani bukan tahanan di Surabaya dan tidak harus mengenakan rompi.

"Maka harus tahu, kenapa tadi Kejati bilang Mas Dhani harus pakai rompi tahanan. Oh tidak karena dia itu bukan tahanan di sini," tegasnya.

Dhani pun juga merasa keberatan atas status dirinya yang seolah-olah dianggap sebagai terpidana. Beberapa kali Dhani berteriak bahwa ia tak seharusnya ditahan.

"Saya tidak sedang menjalani vonis. Saya ditahan selama 30 hari tanpa sebabnya apa saya gak tahu. Saya ditahan oleh PN Jakarta yang saya tidak tahu penyebabnya kenapa. Oleh karena itu media harus bertanya. Karena penetapannya saya ditahan 30 hari saya tidak sedang menjalani vonis. Saya tidak tahu sebabnya kenapa," teriaknya.

Kendati demikian, Aldwin beranggapan bahwa Kejati Jatim ngawur saat memerintahkan Kejari memberikan rompi tahanan kepada Ahmad Dhani. Ia mengatakan jika Dhani hanya sebagai pinjaman di Jatim.

"Nomor perkaranya juga bukan nomor perkara di Jakarta. Jadi dia sebagai orang merdeka di sini, hanya dititipkan saja. Sehingga kita protes keras. Tidak boleh disuruh pakai rompi tahanan. Ngawur itu" ungkapnya.

Sementara itu, upaya pengajuan penangguhan yang tengah berlangsung di Pengadilan Tinggi Jakarta menjadikan alasan kliennya tersebut tak seharusnya ditahan.

"Upaya hukum, untuk perkara di Jakarta, disampaikan penangguhan penahanan kepada Pengadilan Tinggi oleh kuasa hukum yang berperkara di Jakarta. Sehingga akan berdampak ketika itu dikabulkan, otomatis di sini tidak harus dititipkan di Medaeng. Ini berkaitan," pungkasnya.

Baca Juga: Ciptakan Peradilan Bersih, PN Sidoarjo Terapkan SMAP Langsung di Persidangan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.