Sabtu, 20 Jun 2026 03:31 WIB

Pesta Miras Maut yang Tewaskan 3 Orang di Trenggalek Berlangsung 7 Jam

 Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo
Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo

jatimnow.com - Polisi membentuk tim khusus untuk menyelidiki pesta miras yang menewaskan tiga orang di Trenggalek. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, pesta miras maut yang digelar di Desa Margomulyo, Kecamatan Watulimo tersebut.

Sebanyak tiga korban yakni H, E, dan N dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif tim medis.

H dan E meninggal di RSUD Dr Soedomo Trenggalek,  sedangkan N meninggal di Puskesmas Watulimo.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Waluyo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, mereka menggelar pesta miras pada Jumat (08/02/2019) malam. Mereka sedang menjaga situasi desa, yang akan menggelar Pilkades serentak keesokan harinya.

Baca juga:

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Mereka begadang dan menjaga mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan menjelang pelaksanaan pilkades," ujarnya, Senin (11/02/2019).

Mereka diketahui menggelar pesta miras selama tujuh jam, sejak pukul 21.00 Wib hingga 04.00 Wib. Setelah itu korban baru merasakan sakit pada bagian perut hari Minggu (10/01/2019).

Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Watulimo dan RSUD Dr Soedomo Trenggalek. Dua korban yakni N dan E meninggal hari Minggu, sedangkan satu korban lagi yakni H, meninggal siang tadi, Senin (11/2/2019).

"Jumlah korban meninggal dunia 3 orang dan beberapa lain masih dirawat," tuturnya.

Sebanyak 7 orang mengikuti pesta miras ini, tiga diantaranya meninggal dunia dan empat lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr Iskak Tulungagung dan Puskesmas Watulimo.

"Yang jelas kami masih menyelidiki kasus ini," pungkas Didit.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.