Rabu, 24 Jun 2026 19:55 WIB

Khofifah Ajak Warga Pilih Caleg Milenial

Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

jatimnow.com — Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa mendorong generasi milenial agar lebih banyak mengisi pos-pos strategis baik di eksekutif maupun legislatif.

Perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu mencontohkan Emil Elestianto Dardak yang berhasil menjadi Bupati Trenggalek dan sekarang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim terpilih.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

Inilah salah satu alasan Khofifah mendorong putra pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto dan Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim, Mohammad Habibur Rochman (Gus Habib) menduduki kursi DPR RI.

Selain perwakilan Milenial, karir politik Gus Habib mirip dengan perjalanan politik Khofifah yang sama-sama nyaleg di usia 25 tahun dan dari partai yang sama, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Milenial itu jumlah pemilihnya hampir 41 persen. Maka representasi millenial di pencalegan apakah tingkat 2,tingkat 1, pusat maupun DPD adalah penting, termasuk wagub Jatim milenial," kata Khofifah usai menjadi pembekalan saksi dari PPP di DBL Arena Surabaya, Kamis (7/2/2019).

"Maka reorientasi milenial di dalam banyak hal menjadi dibutuhkan. Sekali lagi, milenial jumlahnya banyak, jadi representasi milenial juga harus banyak," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua PPP Jatim, Musyafa' Noer.

"Kalau enggak milih Gus Habib dosa. Berarti enggak cinta Kiai Asep. Karena Gus Habib anak dari Kiai Asep," ujarnya.

Sementara itu, Gus Habib yang juga bendahara umum Persatuan Guru NU (Pergunu) Pusat bersyukur mendapat dukungan dari Gubernur Jatim terpilih.

Dirinya mengaku sudah beberapa kali melakukan blusukan ke masyarakat bersama Khofifah.

Baca Juga: Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya 2026

"Lebih dari 10 kali saya bersama Bu Khofifah menyapa warga. Meskipun di wilayah yang hanya bisa dilalui jalan kali beliau mau menyapa masyarakat," tambahnya.

Gus Habib berharap bisa menjadi perwakilan kaum millenial yang duduk di kursi DPR RI untuk membawa aspirasi kaum muda.

"Menghadapi revolusi industri 4.0 pemuda harus mendapat porsi lebih di berbagai bidang termasuk politik," ungkapnya.

Siti Zumaroh warga Wonocolo memnilai sosok Gus habib itu cakep agamanya juga cakep orangnya.

"Gus Habib kan mendapat bimbingan(agama) secara langsung dari Kiai Asep," katanya.

Baca Juga: Kiswah Syekh Abdul Qadir Jailani Dipamerkan di Masjid Al Akbar Surabaya

Berbeda dengan Iin Farida warga Pacar Keling Surabaya. Dirinya berharap jika Gus Habib menjadi anggota DPRRI bisa mengusulkan aturan yang memudahkan warga miskin untuk kuliah.

"Memberikan fasilitas pada anak-anak miskin agar bisa punya kesempatan kuliah," kata Iin.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.