Sabtu, 20 Jun 2026 03:30 WIB

Budaya

Tumplek Blek, Warga Ikut Kirab Seribu Takir di Ponorogo

Kirab Seribu Takir di Ponorogo
Kirab Seribu Takir di Ponorogo

jatimnow.com - Ada yang berbeda di sepanjang Goa Lowo menuju Gunung Gamping, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Senin (4/2/2019). Arakan panjang dengan barisan paling depan tampil muda-mudi layaknya seorang prajurit dan di belakangnya, seribu takir yang ada di dua tandu dipikul delapan orang.

Takir sendiri berbahan daun pisang dilipat yang menyerupai kotak tersebut berisi nasi kuning dan lauk-pauk khas Jawa.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sebelum seribu takir diarak, para sesepuh mengadakan ritual di Goa Lowo. Selain memanjatkan doa, ritual juga sekaligus membersihkan goa yang dipercaya sebagai situs peninggalan purba itu. Batu stalagmit yang ada di bibir gua dilapisi dengan bentangan kain putih.

Setelah doa terpanjatkan, kirab seribu takir menempuh perjalanan lima kilometer menuju Gunung Gamping. Tua muda tumpah ruah jadi satu. Apalagi kirab diikuti iringan kesenian puluhan Jaran Thek. Warga yang dilalui kirab turut bergabung dalam barisan hingga tempat tujuan.

Koordinator acara Wisnu Hadi Prayitno, mengatakan bentangan kain putih yang dibentangkan ada makna sendiri. Yakni putih bermakna suci.

"Sekaligus ini menandai banyak potensi yang digali dari goa yang sudah ditemukan ratusan tahun lalu ini," kata Hadi Prayitno usai acara.

Perjalanan kirab dari Goa Lowo menuju Gunung Gamping memiliki makna banyak hal yang dapat digali dari dua ciri khas desa setempat. Goa Lowo diharapkan dapat menjadi destinasi wisata.

Dan Gunung Gamping yang telah memberikan mata pencaharian warga setempat dapat pula mengangkat wisata di desa setempat.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Terutama untuk wisatawan dari luar kota diharapkan dapat berdatangan," sambungnya.

Setelah tiba di Gunung Gamping, seribu takir diletakan di tengah-tengah kerumunan. Seorang sesepuh desa tampak membacakan mantra dan doa. Mulutnya komat-kamit dan sesekali tangannya menengadah.

Saat sesepuh bergeser menandakan usai berdoa, seribu takir siap dipurak.

"Kami selipkan juga doa agar desa sini dijauhkan dari balak dan berbagai penyakit. Apalagi saat ini demam berdarah dengue (DBD) semakin mewabah," tegasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Seribu takir yang diusung dalam acara pagi itu memiliki makna filosofi tersendiri. Orang Jawa memaknai takir sebagai pikir, dzikir, dan takwa. Sementara seribu dimaknai banyaknya doa yang terpanjat.

"Seribu takir mewakili seribu dzikir, doa, dan harapan. Bermunajat kepada Tuhan," pungkasnya .

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.