Sabtu, 20 Jun 2026 07:31 WIB

DPR RI Minta Aturan Bagasi Berbayar Maskapai Penerbangan Dikaji

Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Harjo
Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Harjo

jatimnow.com - Anggota Komisi V DPR RI Bambang Harjo meminta Kementerian Perhubungan dan maskpai penerbangan, untuk mengkaji ulang bagasi berbayar. Dalam beberapa hari ini, bagasi berbayar sempat membuat masyarakat keberatan.

"Bagasi berbayar sementara ditunda dulu. Tidak boleh diterapkan dulu sampai ada kajian dari perhubungan dan besaran tarif ditentukan oleh kementerian," ujar Bambang Harjo di Surabaya, Kamis (31/1/2019).

Bambang menerangkan, Komisi V sudah menggelar rapat yang dihadiri dari Kementerian Perhubungan, dari manajemen maskapai Garuda group dan Lion Air group, serta pihak terkait pada beberapa hari lalu.

Dari hasil rapat tersebut diputuskan bahwa bagasi berbayar ditunda dan tidak boleh diterapkan. Bahkan, keputusan rapat tersebut disetujui anggota DPR dari partai politik pendukung pemerintah maupun koalisi partai yang dinilai sebagai oposisi.

"Semua anggota dewan baik dari koalisi pemerintah dan katanya dari partai oposisi, telah menyetujui," tuturnya.

Politisi dari Partai Gerindra ini menerangkan, bagasi berbayar itu dinilai sangat memberatkan masyarakat.

Selain itu, tiket untuk penumpang dinilai lebih murah dibandingkan dengan bagasi. Jika dibandingkan antara tiket penumpang dengan tarif bagasi, maka penumpang dihargai Rp 15 ribu. Sedangkan barang dihargai Rp 35 ribu per kilogram.

"Berarti nyawa dianggap lebih rendah daripada barang. Ini saya tidak terima. Harusnya barang lebih murah dibandingkan nyawa manusia," jelasnya.

Ia meminta, maskapai penerbangan untuk tidak memberlakukan bagasi berbayar.

"Hasil rapat menyetujui semua. Berarti harus dilaksanakan. Maskapai tidak boleh memberlakukan bagasi berbayar," tegasnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Tebar Kurban untuk Warga Surabaya dan Sidoarjo

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.