Senin, 08 Jun 2026 02:40 WIB

Ponorogo KLB Demam Berdarah, Ini Penjelasannya

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menetapkan KLB demam berdarah di Ponorogo
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menetapkan KLB demam berdarah di Ponorogo

jatimnow.com - Kasus Demam Berdarah Dengaue (DBD) di Ponorogo ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan itu disampaikan langsung oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Senin (28/1/2019).

"Ini saya selesai rapat membahas tentang demam berdarah. Dan saya tetapkan Ponorogo KLB demam berdarah," tegas Ipong seusai rapat koordinasi di Ruang Bantarangin, Pemkab Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia menyebut, keputusan KLB itu dilakukan karena penyebaran demam berdarah di Ponorogo sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Sebab dengan status KLB, tindakan-tindakan luar biasa bisa ditempuh.

"Misalnya jika alat fogging kurang, bisa membeli alat fogging. Jika kurang dananya, ya karena KLB bisa memakai dana tidak terduga," jelas Iponh.

Ipong berharap, dengan penetapan KLB, pemerintahan melalui Dinas Kesehatan dan Camat bisa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak, agar nyamuk tidak berkembang biak dan menambah penderita DBD di Ponorogo.

"Akan kita lakukan PSN serentak. Saya harap camat-camat di Ponorogo melakukan PSN semua," tegasnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Selain itu, Ipong meminta rumah sakit atau puskesmas untuk menggratiskan pasien DBD yang sedang menjalani opname melalui bantuan dari Dinas Kesehatan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo drg Rahayu Kusdarini menambahkan, atas keputusan KLB itu, pihaknya akan menambah alat fogging.

"Penambahana alat fogging dilakukan agar tidak panjang antriannya," sambungnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Menurutnya, walaupun dilakukan fogging, harus diikuti dengan PSN. Dengan harapan, penderita DBD di Ponorogo bisa turun hingga terbebas.

"Memang masih banyak pasien yang dirawat di rumah sakit karena DB," pungkas Rahayu Kusdarini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.