Rabu, 17 Jun 2026 19:54 WIB

Mantap! Beras Analog Siswi Genggong Probolinggo Juara di Thailand

SMAU Hafsha Genggong terima penghargaan atas karya beras analog
SMAU Hafsha Genggong terima penghargaan atas karya beras analog

jatimnow.com - Tiga siswi Sekolah Menengah Atas dan Unggulan (Hafsawati) Ponpes Zainul Hasan menjadi juara 1 atau The Winner Award (Excellent Award).

Mereka adalah Chahyaning Aisyah kelas X IPA 1, Khomsiyah kelas X1 IPA 2, dan Nanik Nor Laila Kelas X1 IPA, membuat beras analog dengan bahan dasar dari umbi bernama Suweg atau nama latinnya "Morphophallus Paeoniifolius".

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Mereka menjadi juara lomba sains (Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika) dalam ajang PCCST International Science Fair di Phatthalung, Thailand yang berlangsung dari tanggal 14-19 Januari 2019.

Ada 26 tim dari empat negara yang berkompetisi di ajang bergensi ini. Keempat negara itu adalah Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand sebagai tuan rumah.

Guru pendamping Yenny Rahma, mengatakan sebelum dinyatakan sebagai pemenang, beras analog yang menjadi materi diuji langsung oleh profesor ahli biologi dengan pertanyaan yang tingkat kesulitannya sangat tinggi.

Dalam pembuatannya, umbi tersebut dicampur dengan sagu dan kelor kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Setelah kering, kemudian bahan itu dicetak dengan mesin menjadi beras.

"Alhamdulillah karena ketika sesi tanya jawab mereka bisa menjawab dengan baik. Beras analog ini memiliki kelebihan untuk pencegahan diabetes dan kanker," kata Yenny Rahma, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya, beras analog menurut profesor penguji bisa dipromosikan sebagai beras organik.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

"Ini laku nih kalau di Thailand, hanya saja harganya terlalu mahal 100 gram mencapai 20 bath," ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, KH Mutawakkil Alallah mengatakan, prestasi yang diraih oleh santrinya merupakan hal yang tidak di sangka sangka.

"Karena dengan alat sederhana bisa mengalahkan alat canggih negara lainnya," ujarnya.

KH Mutawakkil juga menghimbau kepada santri lain, agar prestasi yang di raih oleh tiga santrinya menjadi percontohan dan motivasi kepada ribuan santri lainya.

Baca Juga: Terima SK, DPC PPP Kota Probolinggo Pasang Target Raih Lima Kursi DPRD

"Semoga keberhasilannya bisa menjadi manfaat kepada kehidupan santri dan pesantren," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.