Senin, 15 Jun 2026 02:02 WIB

Pemuda di Surabaya yang Dipasung Hanya Tinggal Bersama Ibunda

  • Penulis :
  • | Rabu, 28 Mar 2018 13:12 WIB
Sunarti, ibu Fardan saat dibesuk Kapolsek Tegalsari, Kompol David di rumahnya.
Sunarti, ibu Fardan saat dibesuk Kapolsek Tegalsari, Kompol David di rumahnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

jatimnow.com - Wajah Sunarti nampak memerah. Ibu 62 tahun itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat sejumlah polisi mendatangi rumahnya di Kedung Klinter Gang V No. 6, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.
 
Sebab, selama ini Sunarti merawat Muhammad Fardana Ikhsan, anaknya itu sendirian di rumahnya. 
 
Fardan tepaksa diikat kedua kaki dan tangannya  diatas ranjang oleh Sunarti. Sebab pemuda 27 tahun itu kerap mengamuk dan memecahkan apapun yang dianggap mengganggunya.
 
"Bapaknya Fardan, sudah meninggal dunia sejak 10 tahun lalu," kata Sunarti saat ditemui di rumahnya, Rabu (28/3/2018). 
 
 
Sunarti mengaku terpaksa memasung anaknya dengan cara diikat dua tangan dan kakinya dalam satu tahun terakhir.
Sebab jika tidak diikat, Fardan kerap memecahkan kaca rumah tetangganya, memukuli motor dan mengejar para tetangga. 
 
"Dia anak terakhir saya. Anak saya tiga dan laki-laki semuanya. Yang pertama sudah menikah dan hidup di Medan. Yang kedua juga menikah dan tinggal sekampung," ungkap Sunarti dengan bahasa Jawa. 
 
Fardan sendiri diikat dua tangan dan kakinya dengan tali kain yang dibelitkan ke kayu dipan miliknya.
 
Dipan itu terletak pada ruang tamu di rumah berukuran 2X4 yang ditempati mereka. Setiap harinya, Sunarti tidur bersama anaknya itu meski ukuran dipannya kecil. 
 
"Selama ini saya kerja serabutan. Paling sehari dapat Rp 20 ribu. Yang penting saya dan anak saya Fardan bisa makan," sambung Sunarti. 
 
Fardan sendiri menderita keterbelakangan mental sejak berumur 5 tahun. Itu terjadi setelah kepala Fardan terbentur kursi di rumahnya. Fardan berbadan kurus. Meski mendengar jelas apa yang diucapkan orang lain. Fardan hanya bisa menjawab dengan bahasa yang kurang jelas.
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.