Rabu, 17 Jun 2026 21:16 WIB

Gelar Tedak Siten, Bupati Ipong: Kenali Tradisi Jawa yang Terlupakan

Tedak Siten cucu pertama  Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni
Tedak Siten cucu pertama Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni

jatimnow.com - Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menggelar acara Tedak Siten di rumah dinasnya di Pringgitan, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/1/2019).

Ipong menggelar acara Tedak Siten untuk cucu pertamanya, Tasanee Chalondra Benecia atau yang biasa disapa Canee. Terlihat Canee bersama kedua orangtuanya, Aldhino Prima Wirdhan dan Mazaya Zhafarina Nur Islami, melakukan proses demi prosesi.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Orang nomor 1 di Ponorogo tersebut mengatakan sengaja melakukan prosesi Tedak Siten karena tradisi tersebut mungkin sudah mulai tergerus jaman. Dirinya juga mengundang puluhan anak-anak, koleganya dan keluarga besar.

Menurutnya, adapun tujuan dari pelaksanaan tradisi yaitu supaya anak-anak dan keluarga besar lainnya dapat mengenal tradisi atau budaya Jawa tempo dulu.

"Ya pengen aja uri-uri budaya Jawa. Sehingga semua bisa mengenal," kata Ipong setelah acara.

Ia mengatakan, di masa kecil dulu memang banyak warga mengadakan tradisi Tedak Sinten tersebut. Namun sekarang sudah jarang.

Menurutnya, Tedak Siten juga dikenal sebagai upacara turun tanah. Tedak berarti turun dan siten berasal dari kata tanah. Prosesi ini bertujuan untuk anak tumbuh menjadi mandiri.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Tadi dimandikan, kemudian dituntut jalan di atas jadah," katanya.

Kemudian, Cane menapaki tangga tanda menapaki kehidupan. Terakhir Cane di ditaruh dalam kurungan.

"Dalam kurungan itu juga terdapat uang, buku, pensil, uang, mainan. Cane tadi milih uang dan mainan," urainya.

Ia berharap, untuk kedepannya Canee bisa jadi anak yang mandiri.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Semoga sukses juga," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.