Selasa, 16 Jun 2026 21:41 WIB

Mayat di Dalam Tong Plastik

Penyesalan Pembunuh Ester: Andai Kita Dikasih Uang Rp 100 Ribu

Kedua pelaku saat bercerita pembunuhan yang mereka lakukan pada Ester
Kedua pelaku saat bercerita pembunuhan yang mereka lakukan pada Ester

jatimnow.com - Dua pelaku pembunuhan Ester Lilik wahyuni (51) bos laundry akhirnya buka suara mengapa mereka tega menghabisi nyawa bosnya itu dengan keji.

Kedua pelaku itu Syaifur Rizal alias Ijang (19) warga Dusun Sumber Lanas, Desa Teluk Jatidawamg, Kecamatan Tambak, Gresik dan Muhammad Ari alias Mat (20) warga asal Gili, Bawean, Gresik.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Keduanya membunuh Ester di Diamond Laundry Jalan Simpang Darmo Permai Selatan Gg XV No. 213, Surabaya pada Senin (14/1/2019) petang dan membuangnya lahan kosong di depan PT Maspion 4, Jalan Raya Romokalisari, Benowo, Surabaya pada Selasa (15/1/2019) dinihari.

Lantas apa sebenarnya yang sebenarnya terjadi sebelum keduanya membunuh Ester?

"Saya jarang dikasih makan, giliran minta uang makan, kami dimarahi, dituduh curi handphone, diusir," aku Syaifur Rizal kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dan Kasatreskrim AKBP Sudamiran di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (18/1/2019).

Syaifur dan Ari juga mengaku jika saat bekerja, mereka dijanjikan uang Rp 50 ribu sebagai uang makan. Sementara gaji yang dijanjikan sebesar Rp 2,1 juta perbulan. Namun selama 8 hari bekerja, keduanya mengaku tidak mendapatkan haknya tersebut.

Karena janji majikannya tak kunjung terbukti, keduanya kecewa dan sakit hati. Keduanya kemudian meminta uang tersebut kepada Ester, tapi justru mendapat omelan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Ari mengaku uang itu akan digunakannya untuk pulang kampung ke Pulai Gili, Bawean, Gresik.

"Kita menyesal, kemarin sakit hati ga dikasih uang. Coba dikasih 100 buat pulang, kita nggak akan berani melakukan itu," ungkap Ari.

Mendapat omelan dan diusir, Syaifur mengajak Ari yang juga kecewa untuk menghabisi nyawa Ester.

Seketika itu, keduanya memukul dengan tangan kosong mengenai dada dan muka. Setelah keduanya mencekik leher korban secara bergantian. Setelah korban tidak berdaya, keduanya mengikat tangan dan kaki korban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Setelah itu, dalam keadaan kaki dan tangan terikat, korban dibungkus menggunakan tiga lembar kain sprei dan dimasukkan ke dalam tong plastik kemudian di buang ke lahan kosong depan PT Maspion 4, Jalan Raya Romokalisari, Benowo, Surabaya menggunakan motor Honda Revo yang mereka pinjam.

Atas perbuatan keji keduanya, penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya menerapkan Pasal 340 KUHP dan 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.