Sabtu, 20 Jun 2026 04:12 WIB

Lagi, Satu Warga di Ponorogo Meninggal Dunia karena Demam Berdarah

Desy Kristiani, menunjukkan foto Eko, suaminya yang menjadi korban meninggal dunia karena demam berdarah di Ponorogo/jatimnow.com
Desy Kristiani, menunjukkan foto Eko, suaminya yang menjadi korban meninggal dunia karena demam berdarah di Ponorogo/jatimnow.com

jatimnow.com - Satu lagi warga di Ponorogo meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Warga itu diketahui bernama Eko Prasetyo (34) warga Desa Manuk, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Meninggalnya Eko menambah daftar warga di Ponorogo yang meninggal karena penyakit demam berdarah menjadi 4 orang sepanjang Januari 2019.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Istri Eko Prasetyo, Desy Kristiani mengatakan, sepekan yang lalu suaminya mengalami panas tinggi sehabis pulang kerja. Kemudian mencoba berobat ke klinik terdekat, tapi hingga Minggu pekan lalu tidak ada perubahan.

"Periksa di rumah sakit. Sudah ada dugaan DB. Disuruh cek laboratorium, tapi suami tidak mau," tambahnya saat ditemuai jatimnoe.com di rumahnya, Jumat (18/1/2019).

Lanjutnya, Rabu kemarin kondisi suaminya memburuk dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono.

"Disarankan untuk rawat inap. Hanya saja ruang rawat inapnya penuh dan dirujuk ke Rumah Sakit Griya Waluyo," bebernya.

Baca juga:  Waspada! Demam Berdarah Renggut Tiga Nyawa di Ponorogo

Ia mengaku, suaminya akhirnya bersedia menjalani cek laboratorium. Dan memang sesuai dugaan, pria yang telah menikahinya selama 3 tahun itu menderita DBD.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Termasuk trombositnya juga turun drastis, hanya 30," tambah Desy.

Menurutnya, setelah dilakukan rawat inap, permasalahan baru muncul. Karena tubuh suaminya yang cukup bongsor membuat pembuluh darahnya tidak terlihat sehingga tidak bisa dimasukkan trombositnya.

"Akhirnya tidak tertolong, padahal kami baru tiga tahun menikah," ucap Desy lirih.

Sementara, Kasie Pemberantasan Penyakit Menular, Edy Kuswanto mengakui, awal tahun 2019 ini, kasus DBD di Ponorogo termasuk tinggi.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Pihaknya sudah melakukan berbagai cara, termasuk fooging diberbagai lokasi yang disinyalir menjadi sarang nyamuk.

"Untuk fogging tetap dilakukan sesuai aturan. Jadi kita melakukan fogging sesuai tahapan penelitian terlebih dulu," pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat tiga orang di Ponorogo yang nyawanya melayang akibat terjangkit deman berdarah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.