Minggu, 21 Jun 2026 13:57 WIB

Hujan, Santri Ponpes di Madura Tetap Nobar Debat Pilpres 2019

Suasana nobar di Ponpes  Hidayatulloh Al Muhajirin, Madura
Suasana nobar di Ponpes Hidayatulloh Al Muhajirin, Madura

jatimnow.com - Nonton bareng (nobar) debat pertama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di halaman kediaman Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatulloh Al Muhajirin, Paserean Bawah Buduran, Arosbaya, Bangkalan, diwarnai hujan deras.

Meski demikian, ribuan para santri, santriwati, alumni Ponpes Hidayatulloh Al Muhajirin dan warga sekitar pondok pesantren, tetap menyaksikan debat pertama calon presiden dan wakil presiden RI, pasangan nomor 01 Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan pasangan calon nomor 02 Prabowo-Sandi.

"Antusiasme para santri, alumni dan warga sungguh luar biasa. Meskipun hujan, tidak beranjak meninggalkan tempat sama sekali, menyaksikan debat," kata Koordinator Doa Bersama dan Nonton Bareng PP Hidayatulloh Al Muhajirin Anang Sudarto, Kamis (17/1/2019) malam.

Ia menerangkan, acara yang digelar adalah doa bersama dan nonton bareng debat capres dan cawapres Pilpres 2019. Tujuannya, selain mendoakan untuk bangsa Indonesia, juga mendoakan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

Setelah doa bersama, mereka melanjutkan acara nonton bareng debat capres-cawapres. Namun, sejak awal debat, di lokasi acara hujan.

Ketika hujan, penonton mencari tempat berteduh seperti di pendopo pondok, di teras rumah pengasuh pondok. Saat hujan rintik-rintik, mereka kembali ke tengah area nobar. Saat hujan deras, mereka kembali mencari tempat berteduh.

"Sungguh luar biasa. Meski hujan tetap antusias nobar. Dan hujan ini adalah rezeki," tuturnya.

Anang menilai, dari debat capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi, menunjukkan bahwa perbedaan politik tak harus membuat perpecahan dan pertengkaran.

"Jangan sampai bertikai karena perbedaan politik. Kita tetap harus damai," jelasnya.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.