Rabu, 17 Jun 2026 03:38 WIB

Komisi Pengawas Persaingan Usaha akan Selidiki Tiket Pesawat Mahal

Komisioner KPPU RI M Afif Hasbullah
Komisioner KPPU RI M Afif Hasbullah

jatimnow.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki kasus tiket pesawat mahal. Dalam beberapa hari terakhir ini, warganet mengeluhkan tiket pesawat mahal hingga membuat petisi.

"Kami akan mengkaji, mendalami, mengumpulkan data-data dan fakta. Apa betul terjadi kartel. Jadi kami tidak menuduh, tapi kami melakukan pendalaman," kata Komisioner KPPU RI M Afif Hasbullah di Kantor Perwakilan Daerah (KPD) KPPU Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (16/1/2019).

Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara

"Kaitannya dengan pangsa pasar, harga itu ditentukan komposisinya apa saja. Dia bilang harga avtur di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain. Layanan di bandara. Biaya-biaya lain seperti parkir pesawat dan macam-macam. Itu semua menjadi satu data yang harus dihitung oleh KPPU. Apakah ini ada kepantasan secara ekonomis atau tidak," katanya.

Ia menerangkan, soal tarif pesawat yang akhir-akhir ini dirasakan oleh publik naik, sehingga ada petisi dan berbagai keramaian di media sosial (medsos).

"Memang ini sesuatu biasa terjadi dalam ranah dunia usaha. Namun demikian, dari sisi sudut pandang KPPU, kami memandang ini harus didalami, ini harus dikaji, kenapa bisa terjadi," katanya.

Mantan Rektor Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan ini menerangkan, pasar maskapai di tanah air cenderung pemainnya tidak banyak. Di sisi lain, beberapa waktu lalu disinyalir maskapai penerbangan katanya merugi.

Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026

"Di sisi lain di Indonesia ada aturan batas atas dan batas bawah. Dimana batas atas dan batas bawah itu bisa tiga kali lipatnya. Batas bawah Rp 500 ribu, batas atasnya bisa Rp 1,5 juta, kan seperti itu. Yang ini tidak banyak terjadi di penerbangan internasional," tuturnya.

Afif menceritakan, beberapa waktu lalu sempat ramai orang Aceh ramai-ramai membuat paspor untuk terbang ke Jakarta. Kenapa, karena mereka ingin menggunakan penerbangan internasional melalui Kuala Lumpur-Malaysia.

"Kenapa lebih murah, karena penerbangan internasional tidak ada batas atas dan batas bawah. Pemain (pengusaha) di penerbangan internasional juga banyak, termasuk penerbangan ke Eropa timur, Jepang dan internasional lainnya itu banyak mengangkut dari Jakarta ke Kuala Lumpur, sehingga harga bisa bersaing," jelasnya.

Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.