Selasa, 16 Jun 2026 13:16 WIB

Merasakan Aura Jembatan 'Mistis' Kaliketek Peninggalan Belanda

Jembatan Kaliketek  yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo.
Jembatan Kaliketek yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo.

jatimnow.com – Aura mistis tampak terasa bila anda melintasi Jembatan Kaliketek ini, terlebih ketika malam kian larut.

Suasana sepi, sedikit gelap, suara gemericik air sungai berpadu dengan hembusan saat melintasi jembatan yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo, Kota Bojonegoro, semakin memacu bulu kuduk pengendara yang melintas.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Dinamakan Jembatan Kaliketek lantaran wilayah yang berada di seberang sungai yang konon dahulu banyak terdapat ‘ketek’ atau kera.

Jembatan ini sendiri terdiri dari dua jembatan, yakni jembatan lama di sisi timur yang awalnya digunakan sebagai jalan transportasi hingga terdapat rel kereta api di tengah jalan. Sementara jembatan baru terletak di sisi barat jembatan lama yang dibangun dengan 2 lajur dengan lebar 4 meter.

Jembatan Kaliketek ini merupakan jembatan peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda yang dibangun tahun 1914 saat berkuasa kala itu. Oleh Belanda, jembatan ini dibangun untuk memobilisasi rempah – rempah dari Bojonegoro menuju Tuban menggunakan kereta api untuk selanjutnya di angkut ke Belanda.

Konon saat pembangunan Jembatan Kaliketek lama di sisi timur itu, Belanda harus menumbalkan nyawa orang guna sebagai syarat.

Belum lagi Jembatan Kaliketek ini juga menjadi saksi bisu sejumlah pembantaian saat peperangan antara pasukan Belanda dengan masyarakat Bojonegoro yang dikomandoi Lettu Suyitno, serta tragedi pembantaian orang – orang yang diduga ikut PKI di tahun 1965.

“Tragedi pembantaian organisasi PKI di tahun 1965 dan beberapa temuan jenazah yang hanyut terjadi di Sungai Bengawan Solo di sekitar jembatan itu,” ujar Ahmad Satria Utama, pengamat sejarah kepada jatimnow.com, Sabtu (12/1/2019).

Baca Juga: Dirjen Migas Sidak SPBE Tuban: Kapal Sudah Sandar, Pasokan LPG Aman!

Rekam jejak itulah yang menyebabkan jembatan dan area di sekitarnya tampak menyeramkan. Terlebih beberapa kecelakaan dan penemuan jasad manusia beberapa kali terjadi di jembatan dan area sekitarnya.

Salah satu kecelakaan yang masih teringat bagi masyarakat sekitar terjadi pada Kamis 3 Mei 2018, dimana sebuah truk pengangkut alat berat milik pengelola sumur minyak Blok Sukowati menabrak warung gethuk legendaris Mak Yah yang berada beberapa meter di utara jembatan sisi barat jalan.

Penemuan jasad pelajar yang jadi korban tenggelamnya kapal di Sungai Bengawan Solo di Mei 2011 silam juga menjadikan area sekitar Jembatan Kaliketek kian mencekam.

Belum lagi jika anda melihat terdapat sebuah pemakaman umum di utara jembatan, tepat di sisi timur samping jalan sebelum jembatan, semakin menambah horor jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro ini.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Namun sejak beberapa tahun ini, jembatan ini memang sudah dilengkapi dengan pencahayaan lampu yang warna – warni pada malam hari. Tentu pencahayaan malam ini untuk menghilangkan kesan mistis Jembatan Kaliketek.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.