Minggu, 14 Jun 2026 23:06 WIB

Tiga Pemuda Mabuk Aniaya Dua Pelajar di Ponorogo

Dua pelaku pengeroyokan (tengah)
Dua pelaku pengeroyokan (tengah)

jatimnow.com – Tiga pemuda di Ponorogo mengeroyok dua pelajar SMA hingga masuk rumah sakit. Dua berhasil ditangkap, satu masih buron.

Dua tersangka adalah Septian Risky Dwi Saputrowarga (24) warga Kelurahan Tonatan, Jonathan Febriansyach (24) warga Desa Sumberejo, Kandat, Kediri. Dan Al Fatah, warga Desa beton Siman, Ponorogo yang masih dalam pencarian.

Korban adalah Tegar Pamungkas (17) dan Riyan Muhammad Mughini (16). Keduanya mengalami luka cukup serius dan masuk rumah sakit setelah dikeroyok oleh tiga orang tersebut.

Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri mengatakan, kejadian ini berawal saat kedua korban nongkrong di depan gedung DPRD Ponorogo, pukul 03.00 Wib, Minggu (9/1/2018) dinihari lalu. Tiba-tiba keduanya didatangi orang tak dikenal.

"Korban didatangi orang tidak dikenal dalam keadaan mabuk," kata AKP Lilik kepada jatimnow.com, Jumat (11/1/2019).

Awalnya, lanjut ia, korban (Tegar) sempat menolak. Tapi karena memaksa sambil mengancam, korban pun mengikuti orang tersebut.

Sesampainya di alun-alun, rupanya sudah ada tiga orang (pelaku) yang menunggu. Korban diintrograsi bahwa telah menghina adik salah satu pelaku.

"Korban tidak merasa melakukannya. Juga menjawab tidak kenal," terang mantan Kasubag Humas Polres Ngawi ini.

Namun, jawaban korban membuat ketiga pelaku yang sedang mabuk naik pitam. Ketiganya langsung memukul korban. Tidak hanya itu, tiga pelaku juga menghantam menggunakan paving.

"Ditengah lemahnya korban, salah satu pelaku menjemput korban satunya. Kemudian membawa keduanya ke Jembatan Sekayu," urai AKP Lilik.

Rupanya, ketiga pelaku belum puas atas aksi yang dilakukan kepada korban. Tegar dan Ryan kemudian dipaksa turun ke sungai. Keduanya dihajar habis-habisan di tepi sungai.

Bahkan keduanya di ceburkan ke sungai sebelum dipukul menggunakan sebilah bambu. Setelah puas, baru dipulangkan ke rumah masing-masing

Korban menderita luka-luka di sekujur tubuh akibat dianiaya olej tiga pemuda tersebut.

"Keduanya oleh keluarga langsung dilarikan ke RSU Muhammadiyah. Keluarga yang tidak terima melaporkan kejadian itu polsek setempat," tambahnya.

Ia mengatkan, langsung melakukan penjemputan terhadap pelaku. Namun hanya Septian Risky Dwi Saputrowarga (24) warga Kelurahan Tonatan, Jonathan Febriansyach (24) warga Desa Sumberejo, Kandat, Kediri yang berhasil diringkus.

"Satunya masih DPO hingga saat ini," pungkasnya.










Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.