Rabu, 17 Jun 2026 23:09 WIB

Hanya 8,8% Warga Surabaya yang Tidak Puas Kinerja Wali Kota Risma

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini

jatimnow.com - Kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini banyak membuat perubahan di Kota Surabaya yang lebih baik. Namun untuk penerus Wali Kota Risma masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Berdasarkan riset yang dirilis oleh Surabaya Survey Center (SSC), mayoritas responden merasa puas terhadap pola kerja dari Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu.

"Sebanyak 78,4 persen responden mengaku puas dengan kinerja Pemerintah Kota Surabaya di bawah kendali Wali Kota Risma. Hanya 8,8 persen yang merasa tidak puas dengan 12,8 persen undecided voters,” kata peneliti SSC, Ikhsan, Rabu (9/1/2019).

Meski demikian, menurut Ikhsan bukan berarti pola kepemimpinan dan program yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dapat berjalan dan diterima dengan mulus. Beberapa hal perlu menjadi perhatian.

"Di riset yang kami lakukan juga menunjukkan bahwa masih ada PR besar bagi Pemkot Surabaya setelah masa jabatan Wali Kota Risma habis. Salah satunya, katakan saja, terkait banjir,” tegas Ikhsan. Demikian pula macet.

Hasil survei yang dirilis oleh SSC berdasarkan pada survei yang dilaksanakan mulai 20-31 Desember 2018 di 31 Kecamatan di Kota Surabaya.

Riset yang dilakukan menggunakan 1000 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3,1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Macet dan banjir, seringkali menjadi keluhan utama bagi masyarakat Kota Surabaya. Banjir dan macet, menjadi pembenahan yang perlu segera diberi solusi bagi para responden.

20,5 persen responden memandang hal itu (banjir dan macet) perlu untuk diperhatikan bagi Wali Kota Surabaya yang akan datang.

Di posisi kedua, 18,2 persen responden menganggap bahwa pembangunan infrastruktur perlu untuk menjadi fokus pembangunan. Infrastruktur ini, menurut mereka.

"Terutama jalan,” kata peneliti SSC, Elis Yusniawati.

Sektor kriminalitas pun, lanjut Elis, juga menjadi sorotan bagi responden.

"14,6 persen responden menganggap ini sebagai PR Pemkot Surabaya," jelasnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

“Di posisi keempat, akses bantuan pendidikan dan pengobatan gratis dianggap 13,8 persen responden sebagai hal yang butuh perhatian. Lalu sebanyak 10 persen menyatakan perlu adanya perhatian di sektor lapangan kerja,” tambah Elis.

Menariknya, meskipun sudah dikenal sebagai Kota Taman, Elis turut memaparkan jika 7,5 persen responden menganggap masalah kebersihan dan keindahan kota masih menjadi PR bagi Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

“Selain itu, masih ada 2,6 persen yang menjawab lain-lain dan 12,8 persen menjawab tidak tahu atau bahkan tidak menjawab,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.