Selasa, 16 Jun 2026 13:19 WIB

Tiga Pelajar di Surabaya Terciduk Teler Usai Pesta Miras

Wali Kota Risma memberi bimbingan kepada tiga pelajar yang terciduk teler usai pesta miras
Wali Kota Risma memberi bimbingan kepada tiga pelajar yang terciduk teler usai pesta miras

jatimnow.com - Tiga pelajar di Surabaya terciduk dalam keadaan teler akibat minuman keras (miras) di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, Sabtu (5/1/2019). Ketiganya akhirnya dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata dan dibimbing.

Ketiga pelajar itu masing-masing berumur 16 hingga 19 tahun. Ketiganya terciduk menenggak miras oleh Satpol PP Kota Surabaya sekitar pukul 04.40 Wib. Dari pengakuannya, mereka usai pesta miras di kafe kawasan Banyuurip.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Mendengar itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menemui tiga pelajar tersebut untuk memberikan wejangan. “Kalian perlu tahu ya, sekali kalian minum-minuman keras itu, maka satu juta sel sarafmu akan mati, sehingga apabila diterus-teruskan nanti tidak akan bisa mikir dan akan jadi orang bodoh,” tutur Risma kepada tiga pelajar itu.

Wali Kota Risma kemudian memanggil orangtua beserta pihak sekolah agar ketiga pelajar meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing. Bahkan para pelajar itu juga diminta untuk mencium kaki orang tuanya sebagai permintaan maaf dan mengakui perbuatannya serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

“Nanti minta maaf kepada orangtua kalian masing-masing dengan mencium kakinya. Kalian juga harus berjanji untuk tidak mengulangi lagi, berjanji tidak minum-minuman lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto menyatakan masih terus menelusuri lokasi pesta miras ketiga pelajar itu. Satpol PP juga berencana melakukan penyisiran lokasi untuk minum miras.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Chandra Oratmangun mengimbau para orangtua di Surabaya untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak mengenal miras.

“Anak-anak ini tugasnya hanya mempersiapkan masa depan mereka supaya sukses dan masa depan bangsa ini,” tambah Chandra.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Ia juga mengajak anak-anak Surabaya untuk memanfaatkan lapangan olahraga dan free wifi yang sudah tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Dengan cara itu, diharapkan tidak ada lagi kenakalan remaja di Kota Surabaya.

“Mari bersama-sama mengawasi anak-anak kita,” pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.