Minggu, 14 Jun 2026 22:39 WIB

Mengapa Gunung Lawu Dipilih Menjadi Tempat Bunuh Diri Pendaki?

Gunung Lawu/ilustrasi google
Gunung Lawu/ilustrasi google

jatimnow.com - Pendaki yang dikabarkan tewas karena gantung diri di puncak Gunung Lawu, Minggu (25/3/2018), bukan pendaki satu-satunya yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di Gunung Lawu.

Berdasarkan catatan BPBD Magetan, ada satu pendaki pada 2011 lalu memilih cara yang sama, mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Adalah Otok Supriyadi saat itu berumur 27 tahun ditemukan gantung diri di bibir jurang di pos 4.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

"Totalnya ada dua orang dengan yang ini. Kalau 2011 lalu masih muda. Alasannya ada masalah percintaan. Kalau yang baru kemarin belum tahu kepastiannya," kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra, Senin (26/3/2018).

Ia menjelaskan, kemungkinan besar Gunung Lawu dipilih menjadi tempat bunuh diri karena memang jauh dari pantauan. Dan tidak terlalu ramai jika memilih mendaki pada hari biasa.

"Tidak sampai puluhan jika muncak pada hari biasa. Kecuali long weekend (libur panjang-red) atau Sabtu-Minggu dan moment tertentu. 17 Agustus misalnya," katanya.

Oleh karena itu, apabila memilih bunuh diri di puncak Gunung Lawu, bisa jadi tidak ketahuan keluarga. Berbeda jika gantung diri di sekitar rumah.

Baca Juga: Karyawan Rose Brand Tewas di Mess, Disnaker Jember Ambil Langkah

"Kalau yang 2011 lalu kan bunuh diri karena ada masalah pribadi. Itu pun setelah dicari keluarganya selama seminggu tidak ketemu, akhirnya ke Gunung Lawu, karena sering muncak," ujarnya.

Sedangkan korban yang terbaru ini, belum diketahui secara pasti alasan dan belum ada warga yang merasa kehilangan keluarganya. 

 

Baca Juga: Komitmen Agus Black Hoe: Infrastruktur Berkualitas Dongkrak Ekonomi Magetan

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.